Via Webinar Kadindik Jatim Dorong ASN Pendidikan Melek Teknologi Berdampak

Talenta digital bukan tentang siapa yang paling mahir teknologi, tetapi siapa yang mampu menggunakan teknologi untuk memberi manfaat. Pendidikan Jawa Timur harus hadir menyiapkan itu—dari sekolah, oleh guru, bersama ASN, untuk masa depan generasi kita

SURABAYA (SurabayaPostNews) –  Webinar ASN Belajar Seri 3 digelar secara daring dengan mengangkat tema From Digital Skill to Digital Impact. Kegiatan ini menekankan pentingnya penguatan kompetensi digital aparatur sipil negara (ASN) agar mampu menghadirkan dampak nyata bagi pelayanan publik, khususnya di sektor pendidikan.

Webinar dibuka dengan keynote speech Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Dr. Ramliyanto, S.P., M.P. Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas ASN merupakan kebutuhan strategis untuk menjawab tantangan layanan publik yang semakin kompleks dan berbasis teknologi.

Sejumlah narasumber lintas lembaga turut hadir, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Aries Agung Paewai, Kepala BPSDMP Kominfo Surabaya Dr. Meithiana Indrasari, S.T., S.M., M.M., serta Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Malang Sabriansyah Rizqika Akbar, S.T., M.Eng., Ph.D.

Dalam paparannya, Aries Agung Paewai menekankan bahwa penguasaan teknologi bagi ASN pendidikan tidak cukup berhenti pada kemampuan teknis. Menurutnya, teknologi harus digunakan untuk memperbaiki kualitas layanan dan menyelesaikan persoalan publik secara nyata.

“Talenta digital bukan tentang siapa yang paling mahir teknologi, tetapi siapa yang mampu menggunakan teknologi untuk memberi manfaat. Pendidikan Jawa Timur harus hadir menyiapkan itu—dari sekolah, oleh guru, bersama ASN, untuk masa depan generasi kita,” ujar Aries.

Ia menjelaskan, digital impact tercermin dari pemanfaatan teknologi yang membantu guru mengajar lebih tepat sasaran, mempercepat pengambilan keputusan kepala sekolah berbasis data, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas layanan publik.

Aries mengingatkan bahwa tantangan ASN saat ini bukan lagi soal mampu atau tidak menggunakan teknologi, melainkan sejauh mana teknologi yang digunakan mampu menjawab kebutuhan dan persoalan masyarakat.

Menurutnya, talenta digital bukanlah profesi, melainkan pola pikir. ASN dituntut mampu menganalisis data, memecahkan masalah, meningkatkan mutu layanan, serta menciptakan nilai tambah bagi organisasi.

Beberapa praktik konkret yang disampaikan antara lain pemanfaatan data asesmen oleh guru untuk memetakan capaian peserta didik, penggunaan dashboard digital oleh kepala sekolah dalam menentukan prioritas anggaran, penyederhanaan layanan publik melalui sistem digital, serta kesiapan peserta didik SMA dan SMK memasuki dunia kerja berbasis teknologi.

“Inilah digital impact di level praktik—konkret, terukur, dan dapat dirasakan langsung,” tegasnya.

Aries juga menyoroti perubahan dunia kerja yang semakin cepat dan berbasis keterampilan. Ia menilai penguatan talenta digital menjadi kebutuhan mendesak, mengingat kedekatan generasi muda dengan teknologi belum tentu diiringi produktivitas digital yang optimal.

Program penguatan talenta digital ini ditujukan bagi seluruh ekosistem pendidikan, mulai dari ASN pendidikan untuk meningkatkan kualitas layanan publik, guru dan kepala sekolah untuk menghadirkan pembelajaran adaptif, hingga peserta didik SMA dan SMK agar siap menjadi pemecah masalah di industri digital.

Transformasi tersebut sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mewujudkan Jatim Cerdas, pendidikan berdampak, serta SDM unggul dan berdaya saing.

Di akhir sesi, Aries mengajak seluruh peserta menjadikan webinar ini sebagai langkah awal penerapan praktik kerja digital yang lebih efektif di masing-masing unit kerja.

Webinar ASN Belajar Seri 3 diharapkan dapat memperkuat kesiapan ASN Jawa Timur menghadapi tuntutan kerja masa depan sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan di era digital.