Riset Digital ISKI Jatim Rekomendasikan WFH ASN Hari Rabu

Pilihan hari Rabu kita tanyakan kepada netizen dan dominan mereka menghendaki hari itu sebagai pilihan tepat bagi ASN untuk WFH

SURABAYA (SurabayaPostNews) – Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Jawa Timur (ISKI Jatim) menggelar riset digital terkait pilihan hari work from home (WFH) atau penerapan kebijakan bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN) oleh netizen atau masyarakat pengguna media sosial. Hasilnya preferensi merekomendasikan penerapan kebijakan WFH ASN lebih baik dilakukan pemerintah daerah pada hari Rabu.

Ketua ISKI Jatim, Suko Widodo, menyampaikan hal itu saat ditemui di sela kegiatan Halal Bihalal dan Silaturahmi Perhumas–ISKI di STIKOSA-AWS Surabaya, Sabtu (4/4/2026).

“Pilihan hari Rabu kita tanyakan kepada netizen dan dominan mereka menghendaki hari itu sebagai pilihan tepat bagi ASN untuk WFH,” ujar Suko.

Menurut dia, penerapan WFH pada hari Jumat berisiko dimanfaatkan untuk memperpanjang akhir pekan. Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada menurunnya produktivitas ASN serta kualitas pelayanan publik.

“Kalau nanti di hari Jumat, pasti akan dimanfaatkan long weekend dan itu berbahaya, orang menjadi malas,” tegasnya.

Suko menambahkan, penetapan hari kerja fleksibel di tengah pekan juga dapat menjaga disiplin aparatur sekaligus meminimalkan persepsi negatif masyarakat terhadap kinerja ASN. Ia menyebut media sosial kini menjadi instrumen penting dalam mengukur akuntabilitas kinerja secara terbuka.

Sementara itu, Kepala Laboratorium Integrated Digital Research FISIP UPN Veteran Jawa Timur, Irwan Dwi Arianto, mengungkapkan hasil analisis terhadap 7.738 komentar netizen di media sosial menunjukkan adanya kekhawatiran publik terhadap potensi penyalahgunaan waktu jika WFH dilakukan menjelang akhir pekan.

“Kalau WFH dilakukan pada hari Jumat, itu malah justru bermasalah karena akan menambah libur. Akhirnya bukan bekerja malah berjalan-jalan,” kata Irwan.

Ia juga menyampaikan hal tersebut dalam kesempatan yang sama di lokasi kegiatan.

Irwan menjelaskan, tren percakapan publik hingga awal April 2026 secara konsisten menempatkan hari Rabu sebagai pilihan utama, disusul Kamis dan Jumat. Temuan ini terlihat dari frekuensi penyebutan dalam diskusi warganet, khususnya di Facebook.

Selain soal efektivitas kerja, masyarakat juga menyoroti pentingnya kebijakan WFH yang berdampak pada efisiensi energi. Sejumlah usulan muncul, seperti penguatan transportasi umum hingga penggunaan sepeda sebagai alternatif penghematan bahan bakar.

“Rabu itu jauh lebih efektif digunakan sebagai WFH karena berjauhan dengan liburan yang lain. Turunannya bisa dilakukan dengan pemanfaatan fasilitas umum,” ujar Irwan.

ISKI Jatim pun mendorong pemerintah menjadikan hasil pemantauan media sosial sebagai salah satu dasar dalam merumuskan kebijakan publik. Dengan begitu, kebijakan yang diambil diharapkan memiliki tingkat penerimaan tinggi sekaligus tetap menjaga efektivitas kinerja ASN.