SIL Festival 2026 Pemkot Dongkrak Ekspor Surabaya hingga 2,73 Juta Dolar AS

Antusiasmenya cukup besar, sehingga ke depan durasinya mungkin perlu ditambah agar peluang kerja yang tersedia bisa lebih optimal

SURABAYA (SurabayaPostNews) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui gelaran Surabaya Industrial and Labour (SIL) Festival 2026, memperkuat sektor industri dan ekspor produk asli Surabaya. Ajang yang berlangsung pada 7–9 April 2026 ini menjadi momentum kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan pasar global untuk mendorong daya saing produk lokal.

Ditemui pada puncak acara di Grand City Convention Hall, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan capaian nilai ekspor yang berhasil dibukukan mencapai 2,73 juta dolar Amerika Serikat. Nilai tersebut berasal dari pelepasan ekspor berbagai komoditas ke sejumlah negara tujuan.

“Total hari ini yang terkirim ekspor itu ada 2.730.000 dolar Amerika. Ini menunjukkan bahwa industri Surabaya tidak diam, tetapi terus bergerak,” ujar Eri. Selasa (8/4/26).

Produk yang diekspor pun beragam, mulai dari furnitur, dekorasi, fesyen, sandal, minyak, hingga berbagai produk lain. Secara keseluruhan terdapat sekitar 9 hingga 10 jenis produk yang berhasil menembus pasar internasional, termasuk ke negara seperti Brunei dan Jepang.

Capaian tersebut turut ditopang oleh penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam gelaran ini, tercatat sebanyak 30 UMKM berhasil naik kelas dan mulai merambah pasar ekspor.

Eri menegaskan, peran pemerintah kota lebih sebagai fasilitator untuk mendorong pertumbuhan industri. Ke depan, Pemkot Surabaya juga akan menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk memberikan pelatihan ekspor kepada generasi muda, lengkap dengan pendampingan dari eksportir berpengalaman.

Selain ekspor, SIL Festival 2026 juga berdampak pada sektor ketenagakerjaan. Job fair yang menjadi bagian dari rangkaian acara mampu menyerap sekitar 1.200 tenaga kerja, khususnya warga ber-KTP Surabaya.

Dari sisi minat masyarakat, Sekretaris Daerah Kota Surabaya Lilik Arijanto mencatat jumlah pelamar kerja dalam ajang ini mencapai 2.000 orang. Tingginya antusiasme tersebut menjadi dasar evaluasi untuk memperpanjang durasi dan meningkatkan intensitas kegiatan serupa ke depan.

“Antusiasmenya cukup besar, sehingga ke depan durasinya mungkin perlu ditambah agar peluang kerja yang tersedia bisa lebih optimal,” kata Lilik.

Ia menjelaskan, pelaksanaan SIL Festival merupakan hasil kolaborasi dengan pelaku usaha tanpa membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah kota berperan dalam memfasilitasi, mengoordinasikan, serta memastikan kegiatan berjalan efektif.

Untuk mendukung ekspor, Pemkot Surabaya juga melakukan kurasi produk sesuai standar internasional serta menggelar business matching antara pelaku usaha dan calon pembeli dari luar negeri. Langkah ini dinilai penting untuk menyesuaikan kebutuhan pasar di negara tujuan.

Selain itu, kesiapan infrastruktur logistik turut menjadi faktor pendukung. Pemerintah kota terus memperkuat konektivitas distribusi barang, baik dari dalam maupun luar daerah, termasuk antar pulau.

CEO Performa Optima Group, Stefanus Sugeng Irawan, menegaskan bahwa SIL Festival 2026 dirancang sebagai platform kolaborasi lintas sektor yang menghadirkan inovasi, peluang, dan solusi konkret bagi pengembangan industri dan ketenagakerjaan.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menghadapi tantangan global sekaligus membuka peluang baru bagi tenaga kerja lokal agar lebih kompetitif,” ujarnya.

Melalui SIL Festival 2026, Pemkot Surabaya berharap kota ini tidak hanya dikenal sebagai kota jasa, tetapi juga sebagai kota industri yang mampu menggerakkan perekonomian sekaligus menekan angka pengangguran.