SURABAYA (SurabayaPostNews) — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memberangkatkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengiriman perdana dilakukan melalui KM Tidar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Minggu (16/8/2026).
Bantuan yang diberangkatkan melalui KM Tidar mencapai sekitar 200 koli dan selanjutnya akan diturunkan di Pelabuhan Maumere, NTT. Kapal dijadwalkan tiba di Maumere pada 19 Agustus sekitar pukul 20.00 WITA.
Selain Maumere, KM Tidar juga akan menyinggahi sejumlah pelabuhan, yakni Makassar, Baubau, Maumere, Larantuka, Lewoleba, hingga Kupang.
“Untuk pemberangkatan bantuan kemanusiaan gempa NTT ini, perdana kami berangkatkan melalui KM Tidar. Membawa kurang lebih sekitar 200 koli yang akan diturunkan di Pelabuhan Maumere,” ujar Hana Suhardi Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni.
Bantuan tersebut mayoritas berupa kebutuhan pokok masyarakat, seperti beras, minyak goreng, popok bayi atau pampers, biskuit, serta berbagai kebutuhan sehari-hari lainnya.
Menurutnya, Pelni juga membuka posko pengumpulan bantuan di sejumlah cabang yang dilalui kapal-kapalnya. Posko tersebut bekerja sama dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Pelindo, maupun Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) setempat.
“Posko yang dibuka Pelni di seluruh cabang kami menerima bantuan sesuai dengan jadwal reguler kapal kami. Di pelabuhan, kami membuka posko bekerja sama dengan KSOP setempat, Pelindo, ataupun KUPP setempat,” katanya.
Tak hanya KM Tidar, Pelni juga menyiapkan sejumlah armada lain yang secara reguler melayani wilayah NTT. Di antaranya KM Umsini, KM Bukit Siguntang, KM Lambelu, KM Tilongkabila, serta sejumlah kapal lainnya.
Hana mengatakan, Armada tersebut akan melewati sejumlah wilayah terdampak dan membuka peluang pengiriman bantuan melalui pelabuhan-pelabuhan yang menjadi rute pelayaran, termasuk Maumere, Larantuka, Labuan Bajo, dan Ende.
“Untuk saat ini hari ini merupakan pemberangkatan perdana melalui KM Tidar. Selanjutnya akan kami sesuaikan dengan jadwal reguler kapal yang kami miliki,” lanjutnya.
Hana menambahkan, Pelni memastikan operasional dan jadwal pelayaran ke wilayah NTT tetap berjalan normal. Kapal-kapal Pelni akan tetap beroperasi sesuai jadwal reguler sekaligus mendukung proses penanganan dan pemulihan wilayah yang terdampak bencana.
“Kami untuk rute pelayaran dan jadwal kapal tetap normal. Ini juga sebagai bentuk dukungan kami terhadap daerah terdampak bencana. Tentunya kami akan menyiagakan kapal-kapal kami untuk terus beroperasi dalam upaya membantu dan mendukung pemulihan daerah terdampak bencana,” tuturnya.
Pelni juga menyampaikan duka cita kepada seluruh korban dan masyarakat yang terdampak gempa di NTT.
“Pengiriman bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana,” tutupnya.