Apresiasi Presiden Prabowo, BSI Catat Nasabah Bullion Tumbuh 700 Persen

Apresiasi dari Presiden menjadi motivasi bagi BSI untuk terus memperkuat ekosistem emas nasional melalui layanan bullion

JAKARTA (SurabayaPostNews) – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan signifikan bisnis emas setelah satu tahun beroperasi sebagai bank emas atau bullion bank. Hingga Juni 2026, total emas yang dikelola BSI mencapai 24,01 ton.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian terhadap perkembangan industri bullion di Indonesia. Prabowo menyoroti pertumbuhan kinerja bank emas dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

“Apresiasi dari Presiden menjadi motivasi bagi BSI untuk terus memperkuat ekosistem emas nasional melalui layanan bullion,” ujar Anggoro dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, Pertumbuhan bisnis bullion BSI terlihat dari peningkatan jumlah nasabah. Sejak awal 2026, jumlah nasabah bullion BSI tumbuh 700 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

“Kinerja tersebut turut mendorong fee-based income (FBI) bisnis emas naik 712 persen YoY. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap layanan emas yang disediakan BSI,” Ucapnya.

Selain pertumbuhan nasabah dan pendapatan berbasis biaya, BSI mencatat total emas yang dikelola mencapai 24,01 ton per Juni 2026. Data tersebut menunjukkan bisnis bullion mulai menjadi salah satu lini strategis BSI dalam mengembangkan layanan berbasis emas sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi dan transaksi emas.

“BSI tidak hanya mengembangkan produk dan layanan bullion, tetapi juga terlibat dalam penguatan ekosistem industri emas nasional. BSI menjadi salah satu pendiri Indonesian Bullion Market Association (IBMA). Keterlibatan tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan pasar bullion dan memperkuat industri emas Indonesia,” bebernya.

Ia menambahkan, Bagi BSI, pertumbuhan bisnis bullion juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem emas yang lebih terintegrasi. Dengan pertumbuhan nasabah sebesar 700 persen dan FBI yang melonjak 712 persen, layanan bullion BSI menunjukkan peningkatan permintaan yang signifikan dalam satu tahun terakhir.

“Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi BSI sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan bank emas di Indonesia,” tutupnya.