Untag Surabaya Kian Diminati, 3.160 Mahasiswa Baru Datang dari Berbagai Daerah

Berawal dari saat awal berdiri, kampus ini hanya memiliki 80 mahasiswa. Namun, kini memiliki sekitar 15.000 mahasiswa aktif yang berasal dari segala daerah di Indonesia

SURABAYA (SurabayaPostNews) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menerima 3.160 mahasiswa baru (Maba) dari berbagai daerah di Indonesia pada tahun akademik 2026/2027. Keberagaman asal mahasiswa itu terlihat dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) hari kedua, Rabu (26/8/2026).

Mengusung tema “Empowering Global Generation”, PKKMB tahun ini mempertemukan mahasiswa baru dari berbagai wilayah, mulai dari Sabang hingga Merauke. Kondisi tersebut menunjukkan semakin luasnya daya tarik Untag Surabaya sebagai salah satu pilihan pendidikan tinggi.

Wakil Rektor II Untag Surabaya Supangat mengatakan, keberagaman mahasiswa telah menjadi bagian dari perjalanan kampus sejak awal berdiri.

“Berawal dari saat awal berdiri, kampus ini hanya memiliki 80 mahasiswa. Namun, kini memiliki sekitar 15.000 mahasiswa aktif yang berasal dari segala daerah di Indonesia,” ujar Supangat.

Menurut Supangat, Untag Surabaya juga tengah memperkuat arah pengembangan kampus melalui internasionalisasi dan konsep eco-campus.

“Untag Surabaya akan kami arahkan pada penguatan internasionalisasi dan penerapan konsep eco-campus. Hal ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan kampus yang berkelanjutan,” katanya.

Salah satu mahasiswa baru yang merasakan keberagaman tersebut adalah Meyor Apner Antoh, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika asal Kota Sorong, Papua.

Meyor mengaku mengetahui Untag Surabaya melalui media sosial. Setelah mencari informasi lebih lanjut, ia tertarik dengan program studi dan reputasi akademik kampus.

“Saya memilih Untag Surabaya awalnya karena media sosialnya. Setelah saya cari-cari, ternyata banyak program studi unggul dan reputasi akademiknya bagus. Jadi, saya memilih berkuliah di sini,” ungkap Meyor.

Selain dari Papua, mahasiswa baru Untag Surabaya juga berasal dari berbagai wilayah pelosok Indonesia. Di Fakultas Kedokteran, misalnya, terdapat tujuh mahasiswa baru asal Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dari sisi program studi, Manajemen menjadi prodi dengan jumlah pendaftar mahasiswa baru terbanyak tahun ini. Untag Surabaya juga menerima sejumlah mahasiswa internasional.

Keberagaman tersebut menjadi modal bagi Untag Surabaya untuk membangun lingkungan akademik yang semakin terbuka, inklusif, dan berorientasi global.