SURABAYA (SurabayaPostNews) — Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali dilakukan di Jawa Timur sejak Selasa. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BNPB, BPBD Provinsi Jawa Timur, Kementerian Kehutanan, dan BMKG.
Jika sebelumnya OMC dilakukan menggunakan pesawat, kali ini penyemaian awan dilakukan menggunakan drone yang dioperasikan oleh tim BMKG.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur, Gatot Soebroto, S.E., M.PSDM, mengatakan, OMC kembali dilakukan untuk membantu memicu hujan, terutama di wilayah yang membutuhkan pembasahan akibat kondisi kebakaran hutan dan lahan.
“Untuk OMC mulai hari Selasa kemarin dilakukan kembali. Kegiatan ini adalah kolaborasi dari BNPB, kami di BPBD, lalu juga ada Kementerian Kehutanan dan BMKG,” ujar Gatot Soebroto.
Menurut Gatot, sebelumnya OMC telah dilakukan menggunakan pesawat pada 3 hingga 9 September. Hasilnya, hujan berhasil terjadi di sejumlah wilayah.
“Beberapa waktu lalu OMC sudah menggunakan pesawat dan kita sudah lihat beberapa kali hasilnya. Hujan dimulai tanggal 3 hingga tanggal 9 menggunakan pesawat,” katanya.
Mulai Selasa, pelaksanaan OMC dilanjutkan menggunakan drone yang dioperasikan oleh tim BMKG. Pada hari kedua, sebanyak lima sortie dilakukan dan disebar di wilayah Ranu Pane.
Dalam setiap penerbangan, drone membawa sekitar satu kilogram garam sebagai bahan semai awan.
“Dari masing-masing sortie tersebut, per kali terbang membawa satu kilogram garam. Proses ini diharapkan nantinya bisa menghasilkan hujan di area Bromo dan sekitarnya,” jelas Gatot.
Hujan yang diharapkan turun di kawasan Bromo juga ditujukan untuk membantu proses pembasahan wilayah yang sebelumnya terdampak kebakaran hutan dan lahan.
KEBAKARAN BROMO MULAI MEREDA
Sementara itu, kondisi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bromo dilaporkan mulai mereda. Gatot mengatakan, berdasarkan laporan terakhir, sudah tidak ditemukan titik api maupun asap di kawasan tersebut. Meski demikian, tim darat tetap melakukan penyisiran di sejumlah wilayah bekas terbakar.
“Untuk kebakaran hutan di Bromo, alhamdulillah laporan pagi tadi kondisinya sudah mulai mereda. Sudah tidak ada titik api dan sudah tidak ditemukan asap di lokasi tersebut,” ungkapnya.
Penyisiran dilakukan di sejumlah titik, di antaranya Batu Gede dan Gunung Kursi. Menurut Gatot, kewaspadaan tetap dilakukan karena bara kecil di kawasan bekas terbakar masih berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Seandainya teman-teman masih menemukan adanya asap setipis apa pun, akan dilakukan pembasahan. Ini untuk menghindari terjadinya kebakaran yang dimulai dari bara yang kecil tersebut,” ujarnya.
Selain Bromo, sejumlah wilayah di Jawa Timur yang sebelumnya mengalami kebakaran juga dilaporkan telah padam.
Saat ini, fokus penanganan diarahkan ke dua kawasan, yakni Gunung Butak di wilayah Malang yang berbatasan dengan Blitar serta kawasan Gunung Lawu.
WATER BOMBING GUNUNG BUTAK
Untuk membantu penanganan kebakaran di Gunung Butak, operasi water bombing dilakukan menggunakan helikopter.
Gatot menyebut, sebanyak 11 sortie water bombing dilakukan pada hari tersebut. Namun, operasi udara sempat dihentikan sekitar pukul 11.00 WIB karena kawasan Gunung Butak tertutup kabut.
“Untuk hari ini water bombing dilakukan di area Gunung Butak. Ada sebanyak 11 sortie, tetapi pada pukul 11.00 siang tadi helikopter tidak bisa beroperasi karena sudah tertutup kabut di area tersebut,” jelas Gatot.
Dukungan pemadaman dari udara tersebut membantu mengurangi sejumlah titik api. Berdasarkan pemantauan terakhir, tersisa sekitar dua titik api yang menjadi fokus penanganan.
“Dengan adanya dukungan tersebut, alhamdulillah beberapa area titik api padam. Tadi kita melihat sudah tinggal dua titik api yang menjadi fokus penanganan,” katanya.
Selain pemadaman dari udara, tim darat terus melakukan penanganan untuk mencegah api kembali meluas.
Tim juga membuat sekat bakar sebagai upaya menghambat pergerakan api agar tidak menjalar ke wilayah lain.
“Tim darat terus beroperasi untuk memaksimalkan pemadaman lewat darat serta membuat sekat bakar agar api tidak meluas dan tidak melebar ke wilayah lain,” pungkas Gatot Soebroto.