Yahukimo – Kelompok bersenjata yang mengklaim sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), mengaku bertanggung jawab atas penembakan sebuah pesawat sipil di wilayah Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, pada Senin (4/8).
Kelompok ini menyebut aksi tersebut sebagai bentuk perlawanan terhadap kehadiran militer di wilayah yang mereka anggap sebagai zona perang.
Mereka juga menuding pesawat sipil tersebut digunakan untuk mengangkut personel militer ke Yahukimo.
Salah seorang pimpinan kelompok di Yahukimo, Elkius Kobak dan Kopitua Heluka mengklaim siap bertanggung jawab atas aksi tersebut.
“Kami telah menetapkan Yahukimo sebagai wilayah perang” demikian pernyataan yang disiarkan kelompok bersenjata yang dikenal sebagai KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata).
KKB juga mengimbau warga sipil yang melintas di area yang mereka sebut zona merah agar menurunkan kaca mobil dan helm demi menghindari insiden salah sasaran.
Melalui juru bicaranya, Sebby Sambom, kelompok ini juga memperingatkan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto serta Presiden RI Prabowo Subianto untuk menghentikan pengiriman pasukan militer ke Papua.
“TPNPB dari 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua siap berperang sampai negara Indonesia mengakui kemerdekaan bangsa Papua,” kata Sebby dalam keterangan tertulisnya.@ *