Jelang PKKMB 2026 Untag Surabaya Kenalkan Nilai Kampus Merah Putih kepada Calon Maba

Untag Surabaya juga menanamkan lima basis nilai kepada seluruh sivitas akademika, yakni kebangsaan, kejujuran, kecerdasan, keberagaman, dan kreativitas

SURABAYA (SurabayaPostNews) – Menjelang pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memperkenalkan sejarah, visi, serta nilai-nilai Kampus Merah Putih kepada calon mahasiswa baru sebagai bekal sebelum memulai perkuliahan.

Rektor Untag Surabaya, Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., mengatakan pengenalan identitas kampus penting agar mahasiswa baru memahami filosofi dan karakter yang menjadi dasar penyelenggaraan pendidikan di Untag Surabaya.

Menurut Harjo, nama Universitas 17 Agustus 1945 dipilih untuk mengabadikan momentum kemerdekaan Indonesia. Gagasan pendirian perguruan tinggi ini juga berangkat dari cita-cita Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, yang menginginkan lahirnya lembaga pendidikan berlandaskan semangat kebangsaan untuk mencetak generasi penerus bangsa.

Secara historis, Untag Surabaya berawal dari Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) yang didirikan pada 17 Agustus 1954. Perjalanan kampus dimulai melalui pembukaan Akademi Administrasi Negara dan Niaga (AANN) pada 10 November 1958 dengan 80 mahasiswa, sebelum resmi menjadi institusi mandiri di bawah naungan YPTA Surabaya pada 1966.

Identitas sebagai Kampus Merah Putih diwujudkan dalam seluruh aspek pendidikan dan budaya akademik. Salah satu pembeda Untag Surabaya dengan perguruan tinggi lain adalah penerapan Catur Dharma Perguruan Tinggi, yang menambahkan nilai patriotisme di samping Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Nilai patriotisme diterapkan melalui berbagai program, termasuk mata kuliah Patriotisme yang wajib diikuti seluruh mahasiswa. Selain itu, setiap pukul 10.00 WIB sivitas akademika menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penguatan semangat nasionalisme. Pada momen tertentu, sivitas akademika juga mengenakan pakaian adat sebagai penghormatan terhadap keberagaman budaya Indonesia.

Untag Surabaya juga menanamkan lima basis nilai kepada seluruh sivitas akademika, yakni kebangsaan, kejujuran, kecerdasan, keberagaman, dan kreativitas. Kelima nilai tersebut menjadi pedoman dalam proses pembelajaran, kegiatan kemahasiswaan, hingga kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus.

“Kampus telah menyiapkan berbagai sarana, prasarana, dan program agar lima basis nilai tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Harjo.

Menjelang PKKMB 2026, Harjo mengajak calon mahasiswa baru memanfaatkan masa kuliah untuk membangun karakter sekaligus meningkatkan kompetensi.