Pelindo Siapkan Langkah Strategis Untuk Kelancaran Arus Kendaraan di Pelabuhan Tanjung Perak

Dari sisi eksternal, antrean dipengaruhi oleh penyesuaian pasang surut air laut yang menentukan waktu aman kegiatan bongkar muat, keterlambatan kedatangan kapal akibat keterbatasan fasilitas di pelabuhan asal maupun tujuan, serta adanya kendaraan dengan muatan over dimension dan over weight yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada fasilitas ramdoor kapal sehingga membutuhkan perbaikan sebelum operasional kembali berjalan normal

SURABAYA (SurabayaPostNews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Pelindo Regional 3 Subregional Jawa menegaskan bahwa kepadatan antrean kendaraan yang sempat terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak tidak mencerminkan keterbatasan kapasitas pelabuhan, melainkan dipengaruhi oleh meningkatnya volume lalu lintas kendaraan pada periode tertentu serta sejumlah faktor operasional di lapangan.

Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, menjelaskan bahwa kapasitas terminal untuk melayani kapal Ro-Ro hingga saat ini masih mencukupi. Namun demikian, terdapat beberapa faktor eksternal maupun internal yang mempengaruhi kelancaran arus kendaraan.

“Dari sisi eksternal, antrean dipengaruhi oleh penyesuaian pasang surut air laut yang menentukan waktu aman kegiatan bongkar muat, keterlambatan kedatangan kapal akibat keterbatasan fasilitas di pelabuhan asal maupun tujuan, serta adanya kendaraan dengan muatan over dimension dan over weight yang berpotensi menyebabkan kerusakan pada fasilitas ramdoor kapal sehingga membutuhkan perbaikan sebelum operasional kembali berjalan normal,” jelas Purwanto.

Sementara itu, dari sisi internal, peningkatan okupansi kapal Ro-Ro turut meningkatkan kebutuhan ruang tunggu kendaraan.
Untuk itu, Pelindo telah menambah kapasitas ruang tunggu di kawasan eks Kantor BJTI dan saat ini sedang mempersiapkan pengembangan area tambahan di Jalan Teluk Lampung dan kawasan sekitar Terminal Mirah.

Branch Manager Kalimas PT Pelindo Multi Terminal Branch Kalimas, Ana Adiliya, menambahkan bahwa lonjakan antrean beberapa waktu terakhir juga dipengaruhi meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim liburan sekolah sehingga aktivitas penyeberangan mengalami peningkatan signifikan.

Sebagai langkah evaluasi agar kondisi serupa tidak terulang, Pelindo telah menyiapkan berbagai upaya strategis, antara lain penambahan area buffer atau ruang tunggu kendaraan yang lebih memadai sehingga kendaraan tidak perlu menunggu di badan jalan. Selain itu, kawasan eks Gedung BJTI akan dimanfaatkan sebagai area penimbangan kendaraan untuk mendukung pengaturan arus kendaraan menuju terminal.

Pelindo juga tengah berproses melakukan pengadaan transit area baru, penambahan ruang tunggu kendaraan di Terminal Mirah, serta penguatan daya dukung dermaga sebagai antisipasi meningkatnya kendaraan dengan muatan berat.

Dalam jangka panjang, Pelindo merencanakan pengembangan dermaga khusus kapal Ro-Ro yang dilengkapi fasilitas ruang tunggu kendaraan yang lebih representatif. Pengembangan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan, memperlancar arus kendaraan, serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jasa.

Untuk mendukung kelancaran operasional, koordinasi terus dilakukan secara intensif bersama KSOP Utama Tanjung Perak, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, perusahaan pelayaran, asosiasi angkutan barang, serta perusahaan ekspedisi.

Sinergi tersebut meliputi pengaturan jadwal kapal, pengendalian arus kendaraan, pengaturan lalu lintas di akses menuju pelabuhan, hingga sosialisasi pemanfaatan area buffer agar distribusi kedatangan kendaraan menjadi lebih merata.

Pelindo juga mendorong perusahaan pelayaran untuk menyediakan armada Ro-Ro dengan kapasitas lebih besar serta memastikan seluruh kendaraan yang telah melakukan pemesanan dapat terangkut sesuai jadwal. Di sisi lain, asosiasi logistik juga diimbau untuk memastikan kendaraan yang beroperasi memenuhi standar keselamatan, termasuk terkait dimensi dan berat muatan.

Terkait dampak terhadap aktivitas logistik, Pelindo memastikan bahwa kepadatan yang terjadi tidak memberikan dampak signifikan terhadap biaya logistik maupun dwelling time karena operasional kapal dan pelayanan tetap berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Menanggapi isu pungutan liar maupun parkir liar, Pelindo menegaskan komitmennya menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap segala bentuk praktik tersebut di lingkungan kerja Pelindo. Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan melalui petugas operasional, sistem CCTV, serta koordinasi dengan aparat keamanan.

“Manajemen Pelindo akan menindalanjuti segala bentuk pungutan liar sesuai aturan yang berlaku sehingga praktik pungutan liar dalam layanan Pelindo bisa diminimalisir. Apabila masyarakat menemukan indikasi pelanggaran, kami mengimbau untuk segera melaporkannya melalui kanal pengaduan resmi atau Call Center Pelindo 102 dengan menyertakan bukti pendukung untuk dapat segera ditindaklanjuti oleh manajemen Pelindo,” tegas Purwanto.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pelindo berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat infrastruktur, serta menjaga kelancaran arus logistik nasional melalui Pelabuhan Tanjung Perak.