SURABAYA (SurabayaPostNews) – Antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan donor darah terlihat di Yayasan Sahabat Sinoman, Surabaya, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan donor darah yang rutin digelar setiap tiga bulan sekali ini kembali mendapat respons tinggi dari masyarakat.
Dalam kegiatan kali ini, panitia menyiapkan kuota sebanyak 100 kantong darah. Namun, kuota tersebut telah terpenuhi sejak pagi. Bahkan, sejak pukul 08.00 WIB, masyarakat sudah mengantre untuk mengikuti donor darah.
Totok Sudarto, penggerak donor darah PMI Surabaya, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan darah bagi pasien rumah sakit.
“Jam 08.00 sudah antre dan sudah habis 100 itu. Mereka masih menunggu kalau ada tambahan kuota. Ini menjadi contoh agar waktu donor darah yang sudah disiapkan jangan disia-siakan,” ujar Totok Sudarto.
Menurut Totok, kebutuhan darah di rumah sakit masih sangat tinggi. Karena itu, masyarakat yang telah memiliki jadwal donor diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik.
“Kebutuhan darah dari rumah sakit sangat perlu sekali dan kita harus membantu. Waktu yang sudah disiapkan untuk donor jangan disia-siakan,” katanya.
Para pendonor juga mendapatkan apresiasi dari pihak sponsor. Paket yang diberikan antara lain satu kilogram gula, satu liter minyak goreng, satu kaleng susu, serta lima bungkus mie instan.
Dalam satu bulan, kegiatan donor darah yang digelar di sejumlah lokasi ditargetkan dapat mengumpulkan sekitar 800 hingga 1.000 kantong darah. Selain di Yayasan Sahabat Sinoman, kegiatan donor juga digelar di sejumlah lokasi lainnya, di antaranya Kenjeran, Grand City, dan Pasar Turi.
Totok menyebut, meski masyarakat masih antusias berdonor, jumlah pendonor dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan.
“Kalau dilihat dari lima tahun terakhir sampai sekarang memang ada penurunan. Sebelumnya bisa 13 ribu, tapi akhir-akhir ini sekitar 11 ribu,” ungkapnya.
Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, para penggerak donor darah juga mendorong pendonor memilih lokasi yang dekat dengan rumah maupun tempat kerja. Dengan begitu, masyarakat diharapkan lebih mudah mengatur waktu untuk melakukan donor.
“Saya selalu menyebut ini sebagai bola dari awal 2007. Tujuannya supaya mereka nantinya mau dan waktunya sudah kita catat. Sekarang di HP saya juga ada status jadwal donor darah, sehingga mereka bisa memilih lokasi yang dekat rumah atau kantor dan waktunya bisa dipilih,” jelas Totok.
Ia menambahkan, sistem pendaftaran juga terus diperbaiki agar peserta yang mendaftar benar-benar hadir. Sebab, jumlah orang yang mendaftar terkadang tidak sebanding dengan pendonor yang datang.
“Kalau daftar banyak, akhirnya yang datang cuma 70 persen. Kasihan mereka yang betul-betul sungguh-sungguh mau donor, akhirnya kembali,” pungkas Totok Sudarto.
Kegiatan donor darah rutin tersebut diharapkan terus berjalan sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien rumah sakit sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor aktif.