Untag Surabaya Masuk Top 250 Ranking Asia, Perkuat Komitmen Jadi World Class University

Dalam Program Mahasiswa Berdampak 2026, tim Untag Surabaya meraih Silver Award kategori Pelaksanaan Program dan Bronze Award kategori Poster. Program tersebut berfokus pada penguatan ekonomi melalui ketahanan pangan dan mitigasi bencana di Desa Gunung Penanggungan, Mojokerto

SURABAYA (SurabayaPostNews) – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus memperkuat kualitas pendidikan dan daya saing di tingkat internasional. Salah satu capaian terbarunya, Untag Surabaya tercatat dalam Top 250 QS South-Eastern Accredited Asia University Ranking 2025.

Masuknya Untag Surabaya dalam pemeringkatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Kampus Merah Putih dalam memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada standar global.

Komitmen menuju World Class University (WCU) juga ditunjukkan melalui berbagai pengakuan dan program pengembangan kampus. Untag Surabaya meraih penghargaan Akselerator Inovasi menuju World Class University, Anugerah Inovasi Kampus Terpuji kategori Integrasi Teknologi dengan Nasionalisme, serta Anugerah Kampus Unggulan di Wilayah VII Jawa Timur kategori Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Berdiri sejak 17 Agustus 1958, Untag Surabaya kini memiliki 9 fakultas dan 35 program studi. Lebih dari 50 persen program studi telah meraih akreditasi Unggul, sementara sejumlah program studi juga memperoleh sertifikasi AUN-QA (ASEAN University Network-Quality Assurance).

Sepanjang 2025-2026, mahasiswa Untag Surabaya juga mencatat lebih dari 800 prestasi di bidang akademik dan nonakademik. Capaian tersebut meliputi kompetisi tingkat nasional hingga internasional.

Pada 2026, sejumlah prestasi mahasiswa antara lain diraih melalui UKM Jiu-Jitsu dengan 12 medali di PBJI Jakarta Open 2026, UKM PSHT dengan 18 medali pada Jakarta National Championship 4 Tahun 2026 dan 13 medali pada Bogor Championship 2 Tahun 2026. Tim Taekwondo juga meraih 20 medali dalam Kejuaraan Provinsi Taekwondo Antar Club Jawa Timur 2026.

Di tingkat internasional, mahasiswa Untag Surabaya turut menyumbangkan medali perunggu pada Polish Indoor Hockey Superliga Network di Polandia. Prestasi akademik juga diraih melalui berbagai kompetisi, termasuk Bronze Medal pada Mandalika Essay Competition, Bronze Medal dan Favorite Poster pada 2nd International Student Summit 2026 di Universiti Sains Islam Malaysia, serta tiga Gold Medal dalam Toba Creative Competition.

Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya saat ini adalah Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., menyebut Untag Surabaya tak hanya mengejar prestasi, Untag Surabaya juga mendorong mahasiswa menghasilkan program yang berdampak langsung kepada masyarakat.

“Dalam Program Mahasiswa Berdampak 2026, tim Untag Surabaya meraih Silver Award kategori Pelaksanaan Program dan Bronze Award kategori Poster. Program tersebut berfokus pada penguatan ekonomi melalui ketahanan pangan dan mitigasi bencana di Desa Gunung Penanggungan, Mojokerto.”Ujar Harjo (5/10/26)

Kontribusi sosial juga diwujudkan melalui keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kemanusiaan. Sebanyak 17 mahasiswa menjadi relawan membantu pemudik pada Mudik Lebaran 2026, sementara 12 mahasiswa dari berbagai UKM terlibat dalam Relawan Tanggap Bencana dan Kemanusiaan NTT 2026.

Bahkan, kontribusi Untag Surabaya menjangkau kawasan internasional melalui Satgas Port Visit 2026. Lima relawan yang terdiri dari dua dosen dan tiga mahasiswa diberangkatkan menggunakan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 untuk mengikuti misi ke empat negara di kawasan Asia Pasifik dan Oseania.

Dari sisi pengembangan kampus berkelanjutan,Rektor Untag Surabaya menjelaskan Untag Surabaya mencatat peningkatan dalam UI GreenMetric World University Rankings 2026.” Peringkat global naik dari posisi 853 pada 2025 menjadi 751 pada 2026, sedangkan di tingkat nasional meningkat dari peringkat 89 menjadi 82″.paparnya.

Saat ini, Untag Surabaya memiliki 15.483 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, dengan lebih dari 200 mitra internasional dan 430 mitra nasional. Sementara alumninya telah tersebar di enam benua dan 50 negara.

Berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari upaya Untag Surabaya memperkuat pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, inovasi, serta jejaring internasional.

Memasuki usia lebih dari enam dekade, Kampus Merah Putih menempatkan capaian internasional dan pengembangan mutu sebagai bagian dari langkah menuju World Class University, tanpa meninggalkan nilai-nilai kebangsaan sebagai identitas perguruan tinggi.