Ledakan Guncang Pakuwon City, 41 Bangunan Rusak dan Lima Orang Terluka

SURABAYA – Ledakan keras mengguncang kawasan komersial San Antonio, Pakuwon City, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10/2026) pagi.

Ledakan diduga berasal dari sebuah rumah makan dan menyebabkan lima orang mengalami luka serta puluhan bangunan di sekitar lokasi mengalami kerusakan.

Peristiwa terjadi di salah satu ruko yang diketahui menjadi tempat usaha Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi di kawasan San Antonio.

Laporan mengenai kejadian diterima sekitar pukul 07.00 WIB, sementara sejumlah laporan dari lokasi menyebut ledakan terjadi sekitar pukul 07.00 hingga 07.42 WIB.

Kerasnya ledakan membuat kaca sejumlah ruko pecah. Kendaraan yang berada di sekitar lokasi juga terdampak. Kerusakan tidak hanya terjadi pada bangunan yang berada tepat di sekitar titik ledakan, tetapi juga menjangkau bangunan dan rumah di kawasan sekitarnya.

Data terbaru dari kepolisian menyebut sedikitnya 41 bangunan mengalami kerusakan. Sebagian besar kerusakan berupa kaca pecah akibat kuatnya ledakan.

Lima bangunan yang berada paling dekat dengan titik ledakan mengalami kerusakan lebih berat.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan pendataan terhadap bangunan terdampak masih dilakukan.

“Terdata sampai saat ini kurang lebih 41 yang mengalami rusak berupa pecah kaca sebagian besar karena memang dari ledakan itu cukup menimbulkan getaran yang cukup kuat,” kata Luthfie di lokasi, Selasa (6/10/2026).

Lima Orang Mengalami Luka Bakar

Ledakan tersebut juga mengakibatkan lima orang yang berada di lokasi mengalami luka. Mereka disebut merupakan karyawan rumah makan.

Ketua Tim Operasi Kedaruratan BPBD Kota Surabaya Arif Sunandar Pranoto Negoro mengatakan kelima korban terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan. Mereka diperkirakan berusia antara 20 hingga 26 tahun.

Kelima korban mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh, antara lain tangan dan kaki.

Setelah dievakuasi, korban mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit. Empat korban sempat dibawa ke RS Haji Surabaya, sedangkan satu korban dibawa ke RS Mitra Keluarga Kenjeran.

Dalam perkembangan berikutnya, sejumlah korban kemudian dirujuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Salah satu korban telah masuk ke IGD RSUD Dr Soetomo, sementara korban lain menyusul berdasarkan koordinasi rumah sakit.

Polda Jawa Timur membenarkan terdapat lima korban luka dalam kejadian tersebut. Polisi menyatakan seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit.

Diduga Berkaitan dengan Tabung LPG

Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab ledakan.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, berdasarkan informasi awal dan keterangan sejumlah saksi, sebelum ledakan terjadi terdapat aktivitas memasak di ruko tersebut.

Karena itu, dugaan awal mengarah pada tabung elpiji. Namun polisi menegaskan penyebab pastinya belum dapat disimpulkan sebelum seluruh proses olah tempat kejadian perkara selesai.

Informasi dari Kapolsek Mulyorejo Kompol Subadri menyebut alarm pendeteksi LPG sempat berbunyi sebelum ledakan.

Kebocoran diduga terjadi pada selang yang terhubung dengan tabung LPG berkapasitas 50 kilogram saat dilakukan pemasangan.

Gas yang keluar kemudian diduga memicu rangkaian peristiwa hingga terjadi ledakan. Di lokasi disebut terdapat dua tabung LPG berkapasitas 50 kilogram dan satu tabung berkapasitas 12 kilogram. Namun, rangkaian tersebut masih menjadi bagian dari penyelidikan.

Polda Jatim menegaskan tim Laboratorium Forensik (Labfor), Inafis Polrestabes Surabaya masih melakukan pemeriksaan di lokasi.

Material maupun benda yang dianggap berkaitan dengan ledakan diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Polisi Pastikan Penyebab Masih Didalami

Meski dugaan awal mengarah pada kebocoran LPG, Kapolrestabes Surabaya menyebut dari hasil pemeriksaan di lokasi tidak ditemukan kandungan bahan atau bau yang mengarah pada bahan peledak.

Dugaan kuat sementara mengarah pada ledakan gas LPG 50 kilogram.

Garis polisi dipasang di sekitar lokasi untuk membatasi akses.

Petugas juga melakukan pendataan terhadap bangunan yang terdampak serta membersihkan material akibat ledakan.

Hingga Selasa siang, proses olah TKP masih berlangsung. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan untuk memastikan sumber ledakan dan kronologi secara utuh.

Ledakan di kawasan San Antonio ini tidak hanya menimbulkan korban luka, tetapi juga menyebabkan kerusakan cukup luas pada lingkungan komersial dan permukiman di sekititarnya.@