MALANG (SurabayaPostNews) – Dinas Pendidikan Jawa Timur memusatkan pelaksanaan Mobile Training Unit (MTU) di wilayah Malang dan Batu agar dampak pelatihan vokasi lebih maksimal dan terukur.
Program MTU digelar pada 2–7 Maret 2026 dengan sasaran 150 siswa SMK dan SMA Double Track. Pelatihan dipusatkan di lima SMK negeri di Malang dan mencakup lima kompetensi keahlian, mulai dari Teknik Sepeda Motor, Teknik Pendingin dan Tata Udara, hingga videografi, fotografi, dan Programmable Logic Controller (PLC).
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan pemusatan kegiatan di satu wilayah dilakukan agar manfaat pelatihan lebih terasa bagi sekolah dan siswa.
“Kalau sebelumnya tersebar di beberapa daerah, sekarang kita fokus di satu wilayah dengan beberapa sekolah. Hasilnya diharapkan lebih maksimal,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Untuk memastikan capaian kompetensi siswa, Dindik Jatim menerapkan pretest dan post test selama pelatihan enam hari tersebut.
“Kita ingin ada hasil yang jelas. Karena itu kemampuan siswa diukur sebelum dan sesudah pelatihan,” kata Aries.
Ke depan, program MTU juga akan diperluas ke SMA Double Track yang belum memiliki fasilitas praktik memadai, seperti peralatan otomotif, tata boga, dan multimedia.
Sementara itu, Kepala UPT PTKK Jatim, Endang Wanarsih, menjelaskan MTU membawa peralatan praktik langsung ke sekolah sehingga siswa dapat belajar sesuai standar industri.
“Dengan MTU, siswa bisa merasakan praktik langsung meski sekolah belum memiliki sarana lengkap,” ujarnya.
Setiap kompetensi diikuti sekitar 30 siswa dengan materi dasar hingga penguatan praktik. Pelatihan berlangsung pukul 08.00–16.00 WIB dengan kombinasi teori dan praktik.
Melalui program ini, Dinas Pendidikan Jawa Timur berharap kesiapan dan keterampilan siswa semakin meningkat, terutama dalam menghadapi dunia kerja.