Pelindo Siagakan Posko Terpadu dan Layanan Gratis, Penanganan Korban KMP Mutiara Sentosa 2

Pelindo telah menyiapkan Posko Terpadu di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara untuk mendukung proses identifikasi sekaligus memberikan pelayanan kepada para penumpang yang tiba di Surabaya. Kami berkoordinasi erat dengan KSOP, Basarnas, Jasa Raharja, Kantor Kesehatan Pelabuhan, RS PHC Surabaya, serta seluruh instansi terkait agar penanganan berjalan cepat, terpadu, dan humanis

SURABAYA (SurabayaPostNews) – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Jawa bergerak cepat mendukung penanganan korban insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 yang terjadi di perairan utara Pulau Giliyang, Kabupaten Sumenep, Minggu (2/8). Kapal penumpang jenis Ro-Ro yang melayani rute Surabaya–Makassar tersebut dilaporkan mengalami kebakaran sekitar pukul 06.00–07.00 WIB saat berlayar di perairan utara Madura.

Sebagai operator pelabuhan, Pelindo menyiapkan Posko Terpadu di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya guna mendukung proses penerimaan, identifikasi, pelayanan, dan pemulihan para penumpang yang berhasil dievakuasi.

Posko tersebut dibentuk melalui koordinasi bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak, Basarnas, BPBD, Jasa Raharja, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), RS PHC Surabaya, jajaran kepolisian, serta berbagai instansi terkait lainnya. Selain di Pelabuhan Tanjung Perak, posko penanganan juga disiapkan di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, untuk mempercepat koordinasi penanganan korban dari dua titik pendaratan.

Dalam rangka memastikan penanganan korban berjalan optimal, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Dudy Purwagandhi, turut meninjau langsung proses evakuasi di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, sebelum melanjutkan pemantauan ke Posko Terpadu Penanganan Kecelakaan KMP Mutiara Sentosa 2 di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Perhubungan menyampaikan belasungkawa atas musibah yang terjadi serta memastikan seluruh sumber daya telah dikerahkan untuk mendukung proses pencarian, penyelamatan, evakuasi, dan penanganan para korban.

Kementerian Perhubungan juga menegaskan bahwa Posko Terpadu di Terminal GSN telah siap beroperasi sebagai pusat layanan bagi penumpang dan keluarga korban serta akan terus menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala setelah seluruh data selesai diverifikasi.

Berdasarkan informasi dari tim SAR gabungan, hingga Minggu malam pukul 20.30 WIB sebanyak 235 orang yang berhasil dievakuasi 230 dalam kondisi selamat dan 5 orang dinyatakan meninggal dunia. Proses pencarian terhadap korban lainnya masih terus dilakukan oleh Basarnas bersama unsur SAR gabungan.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban, Pelindo menyiapkan berbagai fasilitas pelayanan gratis di Terminal Penumpang GSN, antara lain pemeriksaan kesehatan, ruang istirahat sementara lengkap dengan alas tidur, kasur dan bantal, makanan siap saji, minuman, fasilitas mandi, toilet, mushala, serta dukungan transportasi menuju terminal, stasiun, maupun tujuan lanjutan bagi penumpang yang telah dinyatakan layak melakukan perjalanan. Pelindo juga menyiapkan kebutuhan logistik di Posko Terpadu di antaranya 150 boks makanan ringan, 300 boks nasi, 20 dus air mineral, kopi gratis, serta area istirahat sementara guna mendukung kebutuhan para korban dan keluarga yang datang ke pelabuhan.

Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3, Purwanto Wahyu Widodo, mengatakan bahwa seluruh fasilitas tersebut disiapkan untuk memastikan para penumpang memperoleh pelayanan terbaik setelah menjalani proses evakuasi di laut.

“Pelindo telah menyiapkan Posko Terpadu di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara untuk mendukung proses identifikasi sekaligus memberikan pelayanan kepada para penumpang yang tiba di Surabaya. Kami berkoordinasi erat dengan KSOP, Basarnas, Jasa Raharja, Kantor Kesehatan Pelabuhan, RS PHC Surabaya, serta seluruh instansi terkait agar penanganan berjalan cepat, terpadu, dan humanis,” tegasnya.

Purwanto menambahkan bahwa seluruh layanan yang diberikan kepada penumpang tidak dipungut biaya.

“Kami menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh penumpang. Apabila kondisi kesehatannya memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, kami akan membantu proses keberangkatan lanjutan. Namun apabila memilih kembali ke daerah asal, Pelindo juga menyiapkan transportasi menuju terminal maupun stasiun terdekat secara gratis. Kami juga menyediakan tempat beristirahat, makanan, minuman, toilet, dan mushala agar para korban dapat memulihkan kondisi fisik maupun psikologis setelah mengalami musibah,” bebernya.

Purwanto juga menambahkan, sedikitnya empat kapal pembawa penumpang hasil evakuasi, di antaranya KM Meratus Pematang Siantar, dijadwalkan sandar di Pelabuhan Tanjung Perak pada rentang waktu pukul 23.00–01.00 WIB. Seluruh penumpang akan menjadi prioritas pelayanan di Terminal Penumpang GSN agar proses debarkasi, pemeriksaan kesehatan, hingga keberangkatan lanjutan dapat berlangsung cepat dan tertib.

“Data sementara menunjukkan bahwa KM Meratus Pematang Siantar menjadi kapal dengan jumlah korban evakuasi terbanyak yang tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, dengan total 113 orang, terdiri atas 111 penumpang selamat dan 2 korban meninggal dunia. Dari jumlah penumpang selamat tersebut, sebanyak 7 orang langsung dirujuk ke RS PHC Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut sesuai hasil pemeriksaan awal oleh tim kesehatan,” jelasnya.

Purwanto menjelaskan bahwa seluruh personel operasional telah disiagakan untuk memastikan proses kedatangan kapal-kapal evakuasi berlangsung aman dan lancar.

“Kami menyiapkan seluruh fasilitas terminal agar dapat langsung digunakan ketika kapal-kapal pembawa korban sandar di Pelabuhan Tanjung Perak. Tim operasional telah bersiaga selama 24 jam untuk mendukung proses debarkasi, pengaturan arus penumpang, hingga penyaluran menuju area pelayanan kesehatan dan posko terpadu. Prioritas kami adalah memastikan para korban memperoleh pelayanan yang cepat, aman, nyaman, dan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan.” katanya.

Di sisi lain, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Agustinus Ma’un, menyampaikan bahwa penanganan insiden dilakukan melalui koordinasi intensif antarinstansi dengan keselamatan jiwa sebagai prioritas utama.

“KSOP Utama Tanjung Perak bersama Basarnas, TNI AL, Polairud, operator pelabuhan, perusahaan pelayaran, serta seluruh unsur terkait terus berkoordinasi untuk memastikan proses evakuasi, penanganan korban, dan kedatangan kapal-kapal pembawa penumpang dapat berlangsung dengan aman dan tertib. Fokus utama kami adalah keselamatan seluruh penumpang dan awak kapal, sekaligus memastikan pelayanan kepada korban berjalan optimal.” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa setelah seluruh proses penyelamatan selesai, pemerintah akan melakukan investigasi sesuai ketentuan yang berlaku guna mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran kapal.

Pelindo memastikan Posko Terpadu di Pelabuhan Tanjung Perak akan tetap beroperasi hingga seluruh proses penanganan penumpang dinyatakan selesai oleh otoritas yang berwenang. Sebagai operator pelabuhan, Pelindo berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap seluruh proses penanganan kemanusiaan serta memastikan pelayanan kepelabuhanan tetap berjalan dengan aman, lancar, dan berkesinambungan.