Sasar Warga Binaan, Lembaga Rehabilitasi Omah Sehat Bersinar Sosialisasi Bahaya Narkoba Di Lapas Kelas 1 Surabaya

Kehadiran pemerhati narkoba Omah Sehat Bersinar ini justru menjadi palang pintu untuk kita bersama-sama mengedukasi risiko bahaya penyalahgunaan narkoba. Apalagi sekarang trennya sudah mulai berkembang, salah satunya dalam bentuk vape

‎SIDOARJO (SurabayaPostNews) – Mendukung program pemerintahan, lembaga rehabilitasi narkoba Omah Sehat Bersinar menggelar sosialisasi bahaya narkoba bagi warga binaan, ‎digelar di aula M.D Arifin Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya dibawah Kanwil Ditjen Jawa Timur.

Kegiatan ini yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga siang hari itu diikuti sekitar 100 warga binaan. sosialisasi ini dihadiri sejumlah narasumber yang memberikan materi edukasi terkait penyalahgunaan narkoba, rehabilitasi, hingga pendampingan psikologis.

‎Tim Omah Bersih Bersinar dipimpin ketua Farita Sari Dewianti saat memberi materi sosialisasi bahaya narkoba di Lapas kelas I Porong. ‎Dari Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surabaya hadir Lukman Hakim. Sementara dari Yayasan Omah Sehat Bersinar, materi bidang hukum disampaikan oleh Rr. Adinda Dwi Inggardiah S.H., M.H. dan Kholisin Susanto, S.H., Konselor adiksi Alexander Tanadi, serta sesi hypnotherapy oleh Saiful Bahri.

‎Kepala Lapas Kelas I Surabaya, Sohibur Rachman, mengatakan edukasi mengenai bahaya narkoba penting terus digaungkan, khususnya kepada para warga binaan.

‎Menurutnya, pola peredaran narkoba kini semakin kompleks dengan munculnya tren baru, salah satunya melalui rokok elektronik atau vape.

‎“Kehadiran pemerhati narkoba Omah Sehat Bersinar ini justru menjadi palang pintu untuk kita bersama-sama mengedukasi risiko bahaya penyalahgunaan narkoba. Apalagi sekarang trennya sudah mulai berkembang, salah satunya dalam bentuk vape,” ujar Sohibur.

‎Ia mengungkapkan, jumlah narapidana kasus narkoba di Lapas Kelas I Surabaya terus mengalami peningkatan.

‎Jika sebelumnya sekitar tiga bulan lalu jumlahnya berada di angka 800 orang, kini meningkat menjadi lebih dari 1.100 warga binaan.

‎“Jumlahnya meningkat, karena itu kami menjadi rujukan dari UPT Pemasyarakatan yang ada di wilayah Jawa Timur. Sebelumnya di tiga bulan kemarin jumlah narapidana narkoba sekitar 800-an. Nah hari ini sudah mencapai 1.100 lebih,” jelasnya.

‎Menurut Sohibur, peningkatan tersebut menjadi alasan pentingnya kolaborasi antara pihak berwenang, keluarga, serta pemerhati narkoba dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika.

‎“Penting sekali membangun kesadaran diri untuk menjauhi narkoba serta membentuk pola hidup sehat dan positif. Untuk menciptakan itu perlu kolaborasi antar pihak,” tegas Kalapas.

‎Sementara itu, Ketua Yayasan Omah Sehat Bersinar, Farita Sari Dewianti, menyatakan dukungannya terhadap upaya rehabilitasi dan penanganan pengguna narkoba.

‎Pihaknya menyediakan berbagai layanan seperti klinik psikologi, konseling, rehabilitasi rawat inap maupun rawat jalan.

‎“Rehabilitasi Omah Sehat Bersinar melayani rawat inap maupun rawat jalan. Kami juga membuka layanan edukasi, konseling serta psikologi,” pungkasnya.