SURABAYAPOSTNEWS.COM – Pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1443 Hijriah jatuh pada Minggu, 3 April 2022. Dengan demikian, umat Islam mulai menunaikkan Salat Tarawih dan Salat Witir mulai Sabtu, 2 April 2022.
Salat Tarawih dan Salat Witir bersifat sunnah atau sangat dianjurkan dilakukan di Bulan Ramadan. Pelaksanaannya juga boleh dilakukan secara berjamaah (bersama-sama) atau sendiri.
Berikut telah dirangkum niat Salat Tarawih dan Salat Witir secara berjamaah maupun sendiri dilengkapi bacaan dengan tulisan latin dan artinya.
Niat Salat Tarawih dan Witir Berjamaah
- Tarawih
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ َرَكْعَتَيْن مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarawiihi rak’atayni mustaqbilal qiblati adaan (makmuman/imāman) lillahi ta’ala
Artinya:
“Saya hendak niat salat sunah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai (makmum/imam) karena Allah SWT.”
- Witir
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً (إِمَامًا/مَأْمُوْمًا) لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka’âtin mustaqbilal qiblati adâ’an (imaman/makmuman) lillâhi ta’âlâ
Artinya:
“Aku menyengaja salat sunnah shalat witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala.”
Niat Salat Tarawih dan Witir Sendiri
- Tarawih
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak’atayni mustaqbilal qiblati adāan lillāhi ta’ālā
Artinya:
“Aku berniat salat sunah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.”
- Witir
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka’âtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta’âlâ
Artinya:
“Aku menyengaja salat sunnah salat witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Pada Ramadan tahun ini, pemerintah telah memperbolehkan masyarakat untuk melakukan Salat Tarawih berjamaah, namun tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.