SurabayaPostNews — Evergrande Group adalah salah satu pengembang properti terbesar di dunia, yang berkantor pusat di Shenzhen, Provinsi Guangdong, China. Perusahaan ini telah menjalani perkembangan yang luar biasa sejak didirikan pada tahun 1996 oleh pendirinya, Hui Ka Yan.
Dengan portofolio proyek yang luas yang mencakup perumahan, properti komersial, perhotelan, dan banyak lagi, Evergrande Group telah menjadi salah satu pemain utama di industri properti global.
Namun Pada 17 Agustus 2023, Evergrande mengajukan kebangkrutan Bab 15 di New York
Evergrande Group didirikan pada tahun 1996 oleh Hui Ka Yan, seorang pengusaha asal China. Perusahaan ini awalnya berfokus pada pembangunan perumahan di Provinsi Guangdong. Namun, dengan visi dan kepemimpinan Hui Ka Yan, perusahaan ini berkembang pesat.
Pada tahun 2009, Evergrande mengalami peningkatan signifikan ketika sahamnya pertama kali terdaftar di Bursa Efek Hong Kong. Langkah ini membantu perusahaan dalam mengumpulkan dana yang diperlukan untuk mendukung pertumbuhannya yang cepat.
Evergrande Group memiliki beragam portofolio bisnis yang mencakup Properti Perumahan. Ini adalah bisnis inti perusahaan.
Evergrande telah membangun ribuan proyek perumahan di seluruh China, menawarkan berbagai jenis perumahan, termasuk apartemen, rumah tinggal, dan kompleks perumahan.
Selain perumahan, Evergrande juga berinvestasi dalam pengembangan properti komersial seperti mal, pusat perbelanjaan, dan kompleks komersial.
Perusahaan ini memiliki sejumlah hotel bintang lima yang tersebar di seluruh China. Ini termasuk merek-merek terkenal seperti Evergrande Hotel dan Hengda Hotel.
Evergrande juga telah menginvestasikan dalam industri sepak bola dengan memiliki klub sepak bola Guangzhou Evergrande FC. Klub ini adalah salah satu klub terkemuka di China dan Asia.
Perusahaan ini juga telah memasuki bisnis energi dengan fokus pada pembangkitan energi dan teknologi hijau. Evergrande telah menjadi salah satu pemain utama dalam industri properti di China dan bahkan di seluruh dunia.
Dengan strategi ekspansi yang agresif, Evergrande telah memperluas jejaknya di dalam dan luar negeri.
Tantangan dan Isu Terkini
Meskipun prestasinya yang luar biasa, Evergrande Group juga menghadapi tantangan dan isu. Terutama, perusahaan ini menghadapi tekanan keuangan yang signifikan sejak tahun 2021 yang mengarah pada spekulasi tentang risiko kebangkrutan.
Evergrande juga telah menjadi sorotan media karena utangnya yang tinggi dan keterlibatannya dalam sektor properti China yang berisiko tinggi hingga akhirnya benar benar bangkrut dengan mengajukan kepailitan. *