Harga Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu, Warga Surabaya Inovasi Jual Cabai Sachet

Kalau beli di pasar, harga cabai per kilogram bisa Rp60 ribu, Rp80 ribu, bahkan sampai Rp100 ribu. Di sini cukup Rp2 ribu sudah dapat cabai rawit, jadi sisa uangnya bisa untuk kebutuhan lain

SURABAYA (SurabayaPostNews) – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga cabai rawit di sejumlah pasar di Surabaya kian “pedas”. Saat ini, harga cabai rawit masih bertahan di kisaran Rp80 ribu hingga Rp100 ribu per kilogram, dipicu cuaca buruk dan meningkatnya permintaan.

Di tengah kondisi tersebut, warga di kawasan Pondok Benowo Indah, Surabaya, berinovasi dengan menjual cabai rawit dalam kemasan sachet berisi 20 biji. Cabai sachet ini dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp2 ribu per sachet, guna membantu warga sekitar yang terdampak mahalnya harga kebutuhan pokok.

Penjualan cabai sachet ini berlangsung pada Minggu pagi di Kampung Jalan Ikan Dorang, Surabaya. Inovasi sederhana ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Banyak warga memilih membeli cabai sachet karena harganya jauh lebih murah dibandingkan membeli cabai rawit di pasar.

Salah satu pembeli, Eni Cahyaningsih, mengaku terbantu dengan adanya penjualan cabai sachet tersebut. Menurutnya, setiap menjelang Natal dan Tahun Baru, harga kebutuhan pokok, termasuk cabai rawit, hampir selalu mengalami kenaikan.

“Kalau beli di pasar, harga cabai per kilogram bisa Rp60 ribu, Rp80 ribu, bahkan sampai Rp100 ribu. Di sini cukup Rp2 ribu sudah dapat cabai rawit, jadi sisa uangnya bisa untuk kebutuhan lain,” ujar Eni.

Sementara itu, Farida Anwar, salah satu penjual cabai sachet, menjelaskan bahwa cabai rawit yang dijual berasal dari kebun milik kelompok tani setempat. Cabai tersebut dipanen dari lahan seluas 10 kali 30 meter dengan lebih dari 500 demplot tanaman cabai.

“Setiap panen kami hanya mendapatkan sekitar 40 sampai 50 kilogram cabai rawit. Karena harga di pasaran sedang mahal, kami sepakat menjual cabai dalam bentuk sachet untuk membantu warga sekitar,” kata Farida.

Farida menambahkan, penjualan cabai sachet ini sengaja dilakukan sebagai langkah antisipasi lonjakan harga cabai rawit menjelang Nataru. Dengan cara ini, warga tetap bisa memenuhi kebutuhan dapur tanpa harus terbebani harga cabai yang tinggi.

Inovasi warga Pondok Benowo Indah ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara di tengah fluktuasi harga bahan pokok, sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.