Kembangkan Potensi Desa, Mendes Yandri Susanto Tingkatkan Ekonomi Kampung Melalui Program TEKAD

Transformasi ekonomi bukan hanya soal angka, tapi bagaimana masyarakat di kampung-kampung bisa berdaya dengan potensi lokal yang mereka miliki. Produk seperti tenun ini adalah identitas sekaligus kekuatan ekonomi kita

Surabaya (SurabayaPostNews) – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menghadiri sekaligus membuka acara Workshop Nasional Evaluasi Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang berlangsung di salah satu hotel Surabaya barat.

​Dalam sambutannya, Yandri menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat kemandirian ekonomi di tingkat desa atau kampung. Program TEKAD, yang didukung oleh International Fund for Agricultural Development (IFAD), menjadi pilar penting dalam mewujudkan visi “Bangun Desa, Bangun Indonesia”.

​Usai memberikan arahan di podium, Menteri Yandri menyempatkan diri meninjau stan pameran produk lokal. Salah satu momen menarik terjadi saat menteri berdialog langsung dengan seorang perajin tenun tradisional. ​Yandri tampak antusias melihat proses pembuatan kain tenun dan berdiskusi mengenai kendala serta potensi pasar produk kerajinan tangan tersebut. Beliau mengenakan syal khas daerah sebagai bentuk apresiasi terhadap karya asli nusantara.

​”Transformasi ekonomi bukan hanya soal angka, tapi bagaimana masyarakat di kampung-kampung bisa berdaya dengan potensi lokal yang mereka miliki. Produk seperti tenun ini adalah identitas sekaligus kekuatan ekonomi kita,” ujar Yandri.

​Dalam sesi konferensi pers, Mendes PDT yang didampingi oleh jajaran pejabat kementerian menjelaskan bahwa evaluasi program TEKAD ini juga menjadi pijakan strategis menjelang peringatan Hari Desa Nasional 2026. ​Beberapa poin utama yang ditekankan dalam workshop ini meliputi, ​Peningkatan kapasitas sumber daya manusia di perdesaan. ​Optimalisasi digitalisasi pemasaran produk unggulan desa. ​Penguatan tata kelola dana desa agar lebih berdampak pada sektor produktif.

​Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan delegasi dari berbagai daerah, pakar pembangunan desa, serta perwakilan lembaga internasional. Melalui evaluasi ini, diharapkan program TEKAD dapat memberikan dampak yang lebih terukur dalam menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tertinggal.