SURABAYA (SurabayaPostNews) – Perguruan Olahraga Beladiri Karate Wadokai Indonesia (Porbikawa) Jawa Timur menargetkan prestasi terbaik dalam ajang International Karate Championship Piala Kemenpora RI yang akan berlangsung di Yogyakarta, 28–30 Agustus 2026.
Lebih dari 100 karateka Porbikawa Jatim dipastikan ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Para atlet kini mulai mematangkan persiapan dengan menjalani latihan di dojo masing-masing.
Ketua Umum Pengprov Porbikawa Jatim, Kandradi Lookman, mengatakan para atlet telah dipersiapkan untuk tampil maksimal dan membawa nama baik Porbikawa, Jawa Timur, hingga Indonesia di level internasional.
“Sekitar 100 lebih atlet karate dari Porbikawa akan turun di Kejuaraan International Karate Championship Piala Kemenpora RI di Yogyakarta. Target kita tentu meraih juara. Saat ini para atlet sudah mempersiapkan diri dengan berlatih di dojo masing-masing,” kata Kandradi Lookman, yang baru dilantik sebagai Ketua Pengprov Porbikawa Jatim melalui siaran pers yang diterima, Selasa (18/8/2026).
Menurut Kandradi, keikutsertaan dalam kompetisi nasional maupun internasional tidak hanya ditujukan untuk mengejar gelar juara, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Karena itu, Pengprov Porbikawa Jatim juga menyiapkan sejumlah program untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas pembibitan atlet karate di Jawa Timur.
Salah satu fokusnya adalah menambah jumlah kepengurusan cabang atau Pengcab Porbikawa di berbagai daerah. Saat ini, Porbikawa Jatim telah memiliki delapan Pengcab, yakni Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Jombang.
“Kita akan terus mengembangkan Pengcab Porbikawa di Jatim. Selain itu, kita juga akan memperkuat pembinaan dengan memberdayakan para pelatih agar mampu membina atlet-atlet yang bisa meraih prestasi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PB Porbikawa, Totok Lusida, turut memberikan dukungan kepada para karateka yang akan berlaga di Yogyakarta. Ia berharap para atlet mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan membawa pulang prestasi bagi Porbikawa.
Porbikawa sendiri memiliki sejarah panjang dalam pembinaan olahraga karate di Indonesia. Perguruan yang didirikan oleh Tan Sing Tjay (Soetikno) pada 1949 di Surabaya tersebut hingga kini terus berupaya mengembangkan organisasi dan pembinaan atlet.
Totok mengatakan, pengembangan Porbikawa tidak hanya dilakukan di Jawa Timur, tetapi juga di berbagai daerah di Indonesia. Saat ini Porbikawa telah memiliki kepengurusan di tujuh provinsi.
“Harapan saya Porbikawa bisa terus berkembang. Saat ini sudah ada di tujuh provinsi dan target ke depan bisa berkembang menjadi 19 provinsi,” kata Totok.
Dengan persiapan atlet yang terus dimatangkan serta penguatan organisasi dan pembinaan di berbagai daerah, Porbikawa Jatim optimistis mampu bersaing dan meraih hasil maksimal pada International Karate Championship Piala Kemenpora RI di Yogyakarta.