Jatim Terbanyak Kirim ATS ke Program PJJ Kemendikdasmen

Sebanyak 124 calon murid yang kami usulkan merupakan yang terbanyak di Indonesia

SURABAYA (SurabayaPostNews) – Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah calon peserta terbanyak dalam Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dari 124 Anak Tidak Sekolah (ATS) yang diusulkan, sebanyak 109 orang telah lolos verifikasi dan siap mengikuti pembelajaran, sementara 15 lainnya masih dalam proses.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Aries Agung Paewai mengatakan capaian tersebut merupakan hasil penjaringan ATS yang dilakukan secara masif oleh seluruh cabang dinas pendidikan.

“Sebanyak 124 calon murid yang kami usulkan merupakan yang terbanyak di Indonesia,” kata Aries, Senin (3/8).

Menurutnya, pendataan dilakukan secara door to door maupun melalui pendaftaran langsung. Seluruh calon peserta kemudian diverifikasi oleh Kemendikdasmen, mulai dari usia, status tidak bersekolah, hingga kelengkapan dokumen administrasi.

Untuk mendukung pelaksanaan program, Dindik Jatim menunjuk enam SMA negeri sebagai penyelenggara, yakni SMAN 1 Kepanjen sebagai sekolah induk, serta SMAN Plus Sukowono, SMAN 1 Tosari, SMAN 4 Bangkalan, SMAN 4 Malang, dan SMAN 1 Ambunten sebagai sekolah mitra.

“Program PJJ menyasar ATS berusia 16-18 tahun, anak putus sekolah, anak yang bekerja, masyarakat di wilayah 3T, hingga anak dengan kondisi khusus yang tidak memungkinkan mengikuti sekolah reguler,” katanya.

Skema pembelajaran terdiri dari 30 persen pembelajaran sinkron melalui tatap maya dan 70 persen pembelajaran mandiri. Peserta juga mendapat modul belajar, kuota internet, akun Belajar.id, akses Learning Management System (LMS), pendampingan guru, serta ijazah yang setara dengan sekolah reguler.

Aries berharap program tersebut mampu menekan angka anak tidak sekolah di Jawa Timur.

Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq mengatakan, PJJ merupakan bentuk kehadiran negara untuk menjangkau anak-anak yang belum memperoleh layanan pendidikan.

“Hingga 31 Juli 2026, Kemendikdasmen mencatat lebih dari 700 ATS di Indonesia telah lolos verifikasi dan siap mengikuti Program PJJ. Pemerintah menargetkan jangkauan program terus diperluas melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan,” tutupnya.