Peran Pasukan Bali Dalam Pertempuran Surabaya Lawan Kartasura

SURABAYAPOSTNEWS.COM (Surabaya) – Peperangan antara Kadipaten Surabaya dengan Kartasura (1714) tidak lepas dari peran pasukan Bali yang dipimpin Dewa Kaloran. Sebuah pasukan khusus berjumlah 400 orang untuk membantu Kadipaten Surabaya yang saat itu dibawah kepemimpinan Arya Jayapuspita, adik dari tumenggung Jangrana atau Jayengrana.

Pasukan bantuan dari Bali itu datang ke Surabaya setelah mereka dimintai bantuan oleh Panji Surengrono, adik dari Arya Jayapuspita.

Diceritakan dalam babad Jawa, Keberanian pasukan Dewa Kaloran berhasil menundukkan Gresik, setelah sebelumnya pasukan Panji Surengrono dipukul mundur oleh tentara Giri Kedaton.

“Têtindhihipun anama Dewa Kaloran. Dhatêngipun lajêng anukup ing Garêsik. Têtiyang ing Garêsik gègèr, sami lumajêng ing sapurug-purug.”kutip Babad Jawa

Serangan tengah malam yang dibuat oleh Dewa Kaloran dan Panji Surengrono membuat tentara Gresik terkejut sehingga kalah dalam pertempuran.

Setelah penaklukan Gresik, Pasukan Surabaya dibawah pimpinan Panji Surengrono berhasil menaklukkan Mojokerto, Sidayu, Tuban, hingga Kediri yang saat itu dibawah pemerintahan Pangeran Puger Kartasura. Dewa Kaloran diceritakan saat itu kembali ke Bali dan berjanji datang lagi membawa pasukan yang lebih besar.

Hampir separuh wilayah Kartasura di Jawa Timur dapat diambil alih oleh Surabaya.

Kabar ditaklukkan-nya wilayah wilayah karatsura oleh Surabaya membuat Pangeran Puger meminta bantuan VOC di Batavia, dan memerintahkan Maha Patih Cakra Jaya untuk berperang melawan Surabaya.

Perang besar terjadi Jipang (Cepu) Pasukan Surabaya berhasil dipukul mundur ke Lamongan.

Disaat yang sama, bala bantuan dari Bali dibawah Dewa Kaloran kembali datang. Kalo ini pasukan Bali berjumlah 700 orang dengan tiga orang Bupati, yakni Dewa Soka, Dewa Sade dan Dewa Bagus.

“Dewa Kaloran Ambêkta bupati têtiga, anama Dewa Soka, kalih Dewa Sade, tiga Dewa Bagus. Balanipun tiyang Bali pitung atus.”

Selain Bala bantuan dari Bali, salah seorang tokoh di Gresik yakni Juragan Bali, juga memberikan bantuan kepada Panji Surengrono.

Perang besar antara Surabaya melawan Kartasura yang bersekutu dengan VOC berlanjut dengan memakan korban dikedua belah pihak.

Bersambung…..