Dirut PT KJS Didakwa Gelapkan 4 Mobil, 3 Unit Ditemukan Dalam Penguasaan Pengacara Muara Harianja

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

(SURABAYA) SurabayaPostNews — Persidangan Kasus penggelapan asset PT Karya Jaya Samudera yang menyeret Santosa (53) warga kelurahan Lidah Wetan, memasuki agenda pemeriksaan Saksi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis 12/10/2023.

Santosa dalam kasus ini didakwa menggelapkan 4 unit Mobil asset milik perusahaan senilai 1,7 Miliar. Mobil-mobil itu sempat dalam penguasaan Santosa dan juga mantan penasihat hukumnya, Muara Harianja.

Agus Wahyudi, accounting PT Karya Jaya Samudera yang dihadirkan sebagai saksi menerangkan, 4 unit mobil dalam kasus penggelapan ini telah tercatat sebagai asset perusahaan.

“Mobil masuk sebagai aktiva, tercatat di manajemen perusahaan, nota pembelian, angsuran ada semua. “kata Agus.

Sementara saksi lainnya, yakni Kasir, yang mengaku sebagai Direktur PT Karya Jaya Samudera mengatakan sempat beberapa kali mencoba memcari solusi soal mobil tersebut dengan terdakwa Santosa.

“Saya pernah beberapa kali komunikasi, terdakwa ini sulit, artinya tidak ada hasrat menyelasaikan secara kekeluargaan. “Kata saksi Kasir.

Pada 4 September 2022 lanjut Kasir, terjadi pertemuan antara terdakwa dengan pihak manajemen perusahaan termasuk dirinya, kemudian Wiliyanto, salah satu pendiri perusahaan yang juga pelapor dalam kasus ini dan juga Agus Wahyudi.

“Pertemuan tanggal 4 September menghasilkan kesepakatan, kemudian saya ke toilet dan setelah kembali sudah selesai pertemuan ini”kata dia.

Sedangkan soal unit mobil yang jadi pokok permasalahan juga sempat disinggung dan masuk dalam pembahasan, namun hanya sebatas pembicaraan.

“Saya kan tanya Masalah mobil kekopo (Bagaimana),” Pak wiliyanto bilang yo wes dewe-dewe. Hanya itu yang mulia, “kata dia kepada majelis Hakim.

Saksi Agus menimpali bahwa Arti kata dewe-dewe yang dikatakan Wiliyanto itu bermakna bias karena tidak dituangkan dalam kesepakatan.

“Arti dewe-dewe itu tidak dituangkan dalam kesepakatan, hanya sekedar pembicaraan saja”kata Agus.

Beberapa keterangan yang dinyatakan para saksi di persidangan, terdakwa Santosa membenarkan . Namun dia juga menolak sebagain dari keterangan itu. Khususnya keterangan dari Agus Wahyudi.

“Kalau keterangan Agus banyak tidak benarnya, sedangkan Keterangan kasir ada yang tidak benar juga. “Kata Santosa.

Terdakwa Santosa diketahui sempat menjabat sebagai direktur Utama PT Karya Jaya Samudera, kemudian pada sekitar 2019, dia mengajukan pengunduran diri (resign) dan meminta dilakukan audit internal perusahaan.

Sewaktu menjabat Direktur Utama PT. Karya Jaya Samudera, Santosa menguasai 4 (empat) unit kendaraan yang merupakan asset/inventaris perusahaan namun unit mobil tersebut tidak dikembalikan sehingga dia dilaporkan ke Polisi.

“Kepolisian menemukan 3 (tiga) unit mobil milik PT. Karya Jaya Samudera berupa Toyota Land Cruiser tahun 2008 Nopol B 23 HR, mobil Alphard tahun 2009 Nopol B 23 BSU dan Toyota Innova tahun 2005 Nopol B 1084 OJ masing-masing ditemukan petugas dari Polda Jatim di parkir di halaman rumah Muara Harianja selaku Kuasa Hukum Terdakwa di Jalan Villa Sentra Raya Citraland Surabaya,”ungkap Jaksa Sabetania R Paembonan dalam surat dakwaan.

Kemudian untuk Toyota Alphard ditemukan pada saat dikendarai oleh Muara Harianja di parkiran Hotel Verwood Jalan Raya Kupang Indah, Sukomanunggal Surabaya dan untuk mobil Innova diserahkan langsung oleh MUARA HARIANJA kepada Penyidik Polda Jatim.

Selanjutnya ketiga unit mobil itu dibawa dan diamankan di Kantor Ditreskrimum Polda Jatim sedangkan 1 (satu) unit mobil Mazda warna silver tahun 2009 Nopol KT 8527 LK disita dari terdakwa Santosa.@ jun

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.