SURABAYAPOSTNEWS.COM – Produk Kinder Surprise yang diproduksi Ferrero N.V/S.A di Belgia diduga terkontaminasi bakteri Salmonella dan menyebabkan 63 anak mengalami gejala diare, demam, dan kram perut.
Peringatan lantas dibuat oleh Food Standrad Agency (FSA) Inggris untuk menyetop pengedaran produk Kinder Surprise, yang kemudian diikuti lima negara Eropa lainnya.
Meski peroduk Kinder Surprise produksi Belgia tak masuk ke Indonesia, Badan POM RI tetap melakukan pencegahan untuk menyetop pengedaran produk Kinder Joy di Indonesia yang diproduksi di India.
Selanjutnya, Badan POM akan melakukan pengujian acak terhadap produk Kinder Joy di seluruh Indonesia untuk memastikan terbebas dari Salmonlla. Lantas, apa bahaya bakteri Salmonella jika masuk ke tubuh? Berikut penjelasannya.
Bakteri Salmonella
Bakteri Salmonella dinamai dari ahli Patologi Amerika, Daniel Edward Salmon. Meskipun sebenarnya ditemukan pertama kali oleh rekannya, Theobald Smith di tubuh babi pada 1885 silam.
Kondisi terinfeksi bakteri Salmonella disebut Salmonellosis. Umumnya, Salmonellosis terjadi akibat penderita mengonsumsi makanan atau minuman yang tercemar Salmonella. Kondisi itu menyebabkan berbagai gejala sakit pencernaan.
Gejala terinfeksi Salmonella biasanya muncul 8-72 jam setelah bakteri masuk dan menginfeksi usus dan berlangsung selama 4-7 hari. Salmonellosis juga dapat ditularkan dari individu satu ke individu lainnya.
Gejala Terinfeksi Salmonella
Berikut sejumlah gejala yang umumnya dirasakan jika terinfeksi bakteri Salmonella.
- Diare
- Mual dan muntah
- Demam dan menggigil
- Keram perut
- Sakit kepala
- Terdapat darah dalam tinja
Pada dasarnya, infeksi Salmonella tidak mengancam nyawa. Namun, infeksi pada anak-anak, lansia, dan ibu hamil lebih dapat berdampak lebih berat, bahkan mengakibatkan komplikasi.
Maka dari itu, jika merasakan gejala-gejala terinfeksi, sebaiknya segera menemui dokter untuk berkonsultasi.
Pencegahan
Agar terhindar dari infekssi bakteri Salmonella, baiknya melakukan tindakan pencegahan berikut:
- Hindari mengonsumsi daging (ayam, sapi, ikan) dan telur mentah atau setengah matang. Kandungan air yang cukup tinggi pada daging dan telur mentah menjadi tempat berkembangbiaknya bakteri.
- Mencuci bersi bahan makanan dan alat makan dengan air mengalir.
- Memasak makanan dan/atau minuman sampai benar-benar matang.
- Menucui tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah makan, maupun setelah kontak dengan penderita atau lingkungannya.
Memilih makanan dan menjaga kebersihan adalah poin penting agar terhindar dari infeksi Salmonella. Lakukan tindakan pencegahan dan segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala terinfeksi seperti yang disebutkan sebelumnya.
Penyebab BPOM Stop Pengedaran Cokelat Telur Kinder Joy dari Pasaran