JAKARTA – Aroma kepanikan mulai terasa di pasar iPhone bekas. Menjelang peluncuran iPhone 18, sebagian pedagang mulai berpacu menghabiskan stok, khawatir harga iPhone generasi sebelumnya akan semakin tertekan ketika model terbaru resmi diperkenalkan.
Bagi pedagang HP Second, setiap peluncuran iPhone baru bukan sekadar perayaan inovasi Apple. Momen tersebut juga menjadi ujian yang dapat menggerus nilai stok yang masih tersimpan di etalase. Semakin lama unit tidak terjual, semakin besar risiko nilainya turun mengikuti harga pasar.
“Kalau salah ambil stok, keuntungan bisa hilang dalam hitungan minggu,” ujar Rony seorang pedagang iPhone bekas di Jakarta.
Fenomena ini bukan tanpa alasan. Setiap kali Apple memperkenalkan iPhone generasi terbaru, pasar biasanya dibanjiri perangkat bekas dari pengguna yang ingin melakukan upgrade. Ketika pasokan meningkat sementara pembeli memilih menunggu harga turun, pedagang berada dalam posisi yang tidak menguntungkan. Apple
Beberapa tahun lalu iPhone dikenal sebagai ponsel dengan nilai jual kembali yang kuat, kini situasinya mulai berubah. Persaingan antarpedagang semakin ketat, sementara konsumen semakin cerdas membandingkan harga melalui marketplace dan media sosial.
Akibatnya, pedagang terpaksa memangkas margin keuntungan agar stok cepat terjual. Bahkan tidak sedikit yang rela mengambil keuntungan tipis dibanding harus menyimpan barang yang nilainya terus menyusut.
Peluncuran iPhone 18 diperkirakan akan memicu gelombang penyesuaian harga di pasar iPhone bekas.
Model-model seperti iPhone 15, iPhone 16, hingga iPhone 17 diperkirakan akan menghadapi tekanan harga karena konsumen mulai melirik seri terbaru.
Meski demikian, besarnya penurunan harga akan bergantung pada kondisi pasar, pasokan, dan permintaan saat peluncuran berlangsung.
Jika banyak pedagang melepas stok secara bersamaan, perang harga menjadi sesuatu yang sulit dihindari.@ flo