Kondisi Masjid Al Aqsa Pasca Serangan Pasukan Israel Masih Mecekam

Kondisi Masjid Al Aqsa pasca serangan pasukan Israel pada Jumat (14/4/2022) dilaporkan masih mencekam.

SURABAYAPOSTNEWS.COM – Kondisi Masjid Al Aqsa pasca serangan pasukan Israel pada Jumat (14/4/2022) dilaporkan masih mencekam.

Serangan yang dilakukan oleh pesukan Israel membuat Masjid Al Aqsa porak poranda akibat tembakan dan lemparan batu.

Pasca serangan, warga Palestina yang terdiri dari laki-laki muda ramai-ramai membersihkan rumah suci umat Islam tersebut dari selongsong peluru karet dan batu yang berserakan.

Warga Palestina membersihkan Masjid Al Aqsa setelah serangan Israel pada Jumat (14/4/2022). (YouTube TvOne)

Indonesia Kecam Serangan Israel Terhadap Warga Palestina di Masjid Al Aqsa

Sedangkan pasukan Israel memperketat pos pemeriksaan ke Masjid Al Aqsa. Mereka melarang wanita dan laki-laki lanjut usia untuk memasuki wilayah masjid.

Sementara itu, akibat serangan tersebut, lebih dari 100 warga Palestina dilaporkan ditahan oleh Israel, sedangkan 160 orang mengalami luka-luka.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementrian Luar Negeri mengecam aksi pasukan Israel terhadap warga Palestina, terlebih aksi itu dilakukan di Masjid Al Aqsa dan pada bulan suci Ramadan.

Sebagaimana disampaikan melalui cuitan Twitter resmi Kementrian Luar Negeri RI yang dilansir pada Sabtu (16/4/2022).

“Indonesia mengecam keras aksi kekerasan bersenjata aparat keamanan Israel terhadap Warga Palestina di komplek Masjid Al-Aqsa (15/4), yang memakan korban jiwa dan luka-luka,”

“Tindakan kekerasan terhadap warga sipil tersebut tidak dapat dibenarkan dan harus segera dihentikan, apalagi dilakukan di tempat ibadah Masjid Al Aqsa di bulan suci Ramadan,” tulis akun @Kemlu_RI.

Sebelumnya, Presiden Palestina, Mahmoud Abbad sempat meminta dunia melindungi warga negaranya menyusul adanya ketegangan di Tepi Barat, Kamis (14/4/2022).

Dilaporkan ketegangan antara Palestina dan Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur terjadi selama tiga pekan belakangan, terutama saat bulan suci Ramadan.

Ketegangan tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan situasi tak terkendali di Palestina.