Pengadilan Perintahkan SEC Jawab Permintaan Coinbase Soal Petisi Aturan Kripto

SURABAYA (SurabayaPostNews) — Pengadilan Banding Amerika Serikat memerintahkan Komisi Sekuritas dan Pertukaran AS (SEC) untuk mengklarifikasi posisinya pada petisi pembuatan peraturan dari pertukaran cryptocurrency. Hal ini terjadi setelah coinbase mendesak SEC melalui pengadilan untuk menjawab petisi tahun 2022 yang meminta kepada SEC untuk membuat peraturan fotmal terkait aset digital.

SEC diberikan waktu 7 hari oleh pengadilan untuk menjawab.

“Aturan jalan dari undang-undang atau pembuatan aturan atau keduanya, harus didahulukan sebelum tindakan penegakan hukum. Itulah sebabnya kami mengajukan petisi kepada SEC untuk pembuatan peraturan hampir setahun yang lalu,” kata Paul Grewal, Chief Legal Officer Coinbase, dalam twitternya.

Pada Mei 2021 ketua SEC Gary Gansler bersaksi di hadapan Kongres Amerika, dia menyatakan bahwa berdasarkan undang-undang yang ada saat ini “SEC tidak memiliki legal standing dalam regulasi kripto.

“Kami terus percaya bahwa SEC tidak dapat melanjutkan litigasi terhadap industri kami, seperti kasus yang diajukan terhadap kami hari ini, jika SEC belum memutuskan untuk menolak petisi kami untuk pembuatan peraturan,” cuit Grewal.

SEC juga perlu menjelaskan mengapa pengadilan tidak boleh terus mengawasi kasus ini dan mengapa SEC tidak boleh memberi Coinbase pembaruan rutin tentang pembuatan peraturan seperti yang diminta.

Jika jawaban SEC atas petisi kami untuk pembuatan peraturan adalah “tidak”, kata Grewal, “maka mereka diharuskan oleh hukum untuk memberi tahu kami, karena kami memiliki hak hukum untuk mempertanyakan “tidak” itu di pengadilan. Dan ada pertanyaan serius yang harus ditanyakan, ”pungkas Grewal.@ *