Di tengah semangat menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-80 pada 17 Agustus 2025, terdapat fenomena unik: pengibaran bendera Jolly Roger milik Bajak Laut Topi Jerami dari anime/manga One Piece.
Bendera dengan tengkorak bertopi jerami, simbol kru Monkey D. Luffy, menghiasi rumah-rumah, kendaraan, hingga truk yang viral diunggah di media sosial.
Fenomena ini bukan sekadar ekspresi kecintaan pada anime, melainkan membawa pesan sosial dan politik yang mendalam, yang secara tidak langsung terhubung dengan momen ketika Gibran Rakabuming Raka pertama kali memperkenalkan simbol One Piece ke ranah publik melalui pin yang ia kenakan.
Pada 21 Januari 2024, saat debat keempat calon wakil presiden (cawapres) digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. Gibran Rakabuming Raka, cawapres nomor urut 2, tampil dengan penampilan yang mencuri perhatian. Di samping jas formalnya, ia memakai pin kecil berlogo Jolly Roger Bajak Laut Topi Jerami, lambang kru Luffy dari One Piece.
Tak hanya itu, jaketnya juga dihiasi logo klan Uzumaki dari anime Naruto. Pilihan ini langsung viral di media sosial, terutama di platform X, di mana penggemar anime dan pengamat politik ramai membahasnya.
Aksi ini sempat menuai kritik. Penggemar *One Piece* di X menyatakan ketidaknyamanan, mengingat nilai-nilai kru Topi Jerami yang anti-korupsi dan anti-otoritarian dianggap bertolak belakang dengan persepsi sebagian masyarakat terhadap politik dinasti yang dikaitkan dengan Gibran.
Jelang 17 Agustus 2025 Setahun lebih setelah momen debat cawapres, simbol *One Piece* kembali mencuat, kali ini melalui aksi masyarakat. Menjelang peringatan HUT RI ke-80, Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan imbauan untuk mengibarkan bendera Merah Putih sepanjang Agustus 2025 sebagai wujud nasionalisme.
Namun, respons masyarakat justru mengejutkan. Di berbagai daerah, dari kota hingga pedesaan, bendera Jolly Roger *One Piece* mulai bermunculan.
Bendera ini dikibarkan di tiang-tiang rumah, dipasang di mobil, bahkan diikatkan pada truk. Video dan foto fenomena ini menyebar luas di X, TikTok, dan platform lainnya, menjadikannya salah satu topik paling viral menjelang 17 Agustus.
Pengibaran bendera *One Piece* ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan unggahan di X dan laporan media, aksi ini merupakan bentuk protes simbolis terhadap kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran yang dianggap tidak berpihak pada rakyat kecil.
Isu seperti ketimpangan ekonomi, dugaan korupsi, dan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) yang kontroversial menjadi pemicu kekecewaan.
Dalam cerita *One Piece*, Jolly Roger melambangkan perlawanan terhadap Pemerintah Dunia yang korup, solidaritas antar-rakyat jelata, dan semangat mengejar kebebasan. Nilai-nilai ini diadopsi masyarakat sebagai cara menyuarakan aspirasi mereka.
Sebuah unggahan di X yang viral berbunyi, “Merah Putih untuk negara, Jolly Roger untuk rakyat!”—mencerminkan bagaimana bendera ini menjadi simbol perlawanan damai.
Meski Gibran tidak secara langsung terlibat dalam aksi pengibaran bendera ini, namanya sering disebut dalam narasi publik karena ia adalah figur pertama yang mempopulerkan simbol *One Piece* di panggung politik.
Ironisnya, pin yang dulu ia pakai untuk menarik simpati kini “berbalik” menjadi alat kritik terhadap pemerintahannya.
Netizen di X kerap menyindir, seperti dalam cuitan, “Gibran dulu pakai pin Topi Jerami buat gaya, sekarang rakyat pakai bendera Topi Jerami buat nyanyi ‘Binks’ Sake’ di depan istana!” (merujuk pada lagu ikonik *One Piece* yang melambangkan persatuan).