Penyebab Kecelakaan Bus Wisata Warga Benowo karena Sopir Mengantuk, Ditemukan Speedometer Menunjuk Angka 120Km/Jam

Kecelakaan bus pariwisata yang mengangkut warga Benowo Krajan, Surabaya ditengarai karena kelalaian sopir yang mengemudikan bus saat itu,

SURABAYAPOSTNEWS.COM – Kecelakaan bus pariwisata yang mengangkut warga Benowo Krajan, Surabaya ditengarai karena kelalaian sopir yang mengemudikan bus saat itu,

Hal itu menyusul investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jatim. Hasilnya, bus dipastikan layak jalan.

Sedangkan fasilitas di jalan tol Surabaya-Mojokerto (Tol Sumo) juga lengkap dan baik. Hal itu ditunjukkan dengan posisi guardrail di sisi kiri jalan tol yang terpasang sesuai dengan keamanaan jalan bebas hambatan.

Selain itu, lokasi kecelakaan bus berada tak jauh dari exit Tol Penompo. Seharusnya kondisi jalan tol di lokasi tersebut aman dan sesuai ketentuan.

Dengan demikian, pihak instansi terkait memastikan faktor kelalaian manusia menjadi penyebab terjadinya kecelakaan yang merenggut nyawa 15 penumpangnya tersebut.

Temuan Speedometer

Sementara itu, terdapat juga penemuan speedometer bus yang jarumnya menunjuk angka 120 -140 km/jam. Angka tersebut diduga menjadi kecepatan bus saat melaju sebelum terjadinya kecelakaan.

Kendati demikian, pihak Analisis Kebijakan Keselamatan Angkutan Jalan Dishub Provinsi Jatim memperkirakan kecepatan bus saat kecelakaan sekitar 90 km/jam. Pihaknya juga membenarkan tak menemukan bekas pengereman di lokasi kejadian.

Hal itu memperkuat dugaan bahwa sopir mengantuk saat kejadian terjadi. Sebelumnya, telah disampaikan kronologi bus menabrak tiang reklame di sisi kiri jalan tol.

Awalnya, bus mendahului kendaraan truk dengan beralih ke jalur kanan, kemudian kembali ke jalur kiri.

Saat itulah, sopir diduga mengantuk dan baru tersadar saat ban bus sudah melaju di bahu jalan, kemudian ke tanah dan batas jalan sebelah kiri hingga menabrak tiang reklame.

Tak hanya itu, sopir  yang mengemudikan bus saat itu juga diduga mengonsumsi sejenis sabu. Hal itu diketahui setelah pihak kepolisian melakukan tes urine terhadapnya. Untuk memastikan hal tersebut, kepolisian masih memeriksa sopir yang bersangkutan.

Diwartakan sebelumnya, sebanyak 30 orang warga Benowo, Surabaya melakukan kegiatan pariwisata di Dieng dan Yogjayakarta. Mereka berangkat pada Sabtu (14/5/2022) dan dijadwalkan sampai di Surabaya pada Senin (16/5/2022) pagi.

Namun, bus terlibat kecelakaan tunggal menabrak tiang reklame atau VMS di KM 712 tol Surabaya Mojokerto (Sumo) hingga menyebabkan 15 orang penumpang meninggal dunia. Tampak badan bus ringsek di bagian depan sebelah kiri.