Dokter Spesialis Anak Ini Bantah Keras Pernyataan Arist Merdeka Soal Vaksin Anak

Adalah keliru kalau masih meragukan khasiat imunisasi

SURABAYAPOSTNEWS.COM (Surabaya) – Dokter Spesialis Anak yang juga Anggota Satgas Imunisasi IDAI Surabaya Dr. Dominicus Husada, dr.,DTM&H.,MCTM(TP).,SpA(K) mastikan pernyataan Arist Merdeka Sirait yang menyoal Vaksin Covid-19 untuk anak berbahaya bagi tumbuh kembangnya adalah pernyataan yang tidak benar dan tidak dapat dipertangung jawabkan.

“Tidak benar, Selama ini peran imunisasi Covid-19 di semua negara sangat bermakna. Imunisasi covid-19 adalah salah satu faktor yang menentukan. Adalah keliru kalau masih meragukan khasiat imunisasi,”terang Dr. Dominicus, Senin (31/5/2022).

Imunisasi di Indonesia termasuk program vaksinasi covid-19 untuk anak kata Dominicus, diputuskan Kemenkes dan didukung oleh keputusan ahli yang tergabung dalam ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization).

“Di setiap negara memang selalu ada badan penasehat imunisasi ini,”ungkapnya.

Dijelaskan Dominicus, ITAGI beranggotakan para ahli imunisasi dari seluruh Indonesia. Mereka sudah sangat senior dan menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk mengurusi imunisasi.

“Tidak akan mungkin mereka mengeluarkan keputusan yang membahayakan manusia, termasuk anak,”paparnya.

Semua vaksin yang dinyatakan layak edar menurut Dominicus telah melewati serangkaian proses yang berfokus pada urusan “keamanan” dan “manfaat”.

“Semakin lama, persyaratan bagi setiap vaksin dan obat itu semakin berat. Hal ini berarti para pejabat yang berwenang, di manapun di seluruh dunia, sangat berhati-hati memperoleh data sebelum membuat kebijakan,”paparnya.

Saat ini lanjut Dominicus, tidak ada laporan efek simpang imunisasi covid-19 pada anak seperti yang dinyatakan Arist Merdeka Sirait. Efek simpang vaksin tidak mungkin dinihilkan, namun batas toleransi telah diatur sedemikian rupa di tingkat yang tidak membahayakan.

“Beberapa efek simpang saat ini sudah diketahui, dan terus dimonitor. Jika memang bahaya mengancam, tentulah ijin edar akan dihentikan,”tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Ketua Komnas PA Arist Merdeka sirait meminta pemerintah untuk menghentikan program vaksinasi covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun. Alasannya, dia mengkhawatirkan efek dari vaksin itu dapat mematikan alat-alat reproduksi anak, seperti matinya sel telur.

Selain itu, Arist juga mengatakan pemerintah telah ceroboh karena tidak memiliki formulasi dan dianggap hanya kejar target vaksin yang sudah terlanjur di Import.

Atas pernyataannya itu, Arist diaporkan oleh Ormas Masyarakat Cinta Tanah Air (Macita) ke Polda Jatim.

Ketua Macita Mohammad Hasan berharap Arist mempertanggungjawabkan pernyataannya itu.

“Sirait jangan hanya ngomong doang tapi tunjukkan pada pemerintah bila benar terdampak pada anak anak kita, jka ucapan itu tidak bisa di buktikan secara medis berarti Sirait telah diduga dan patut disangka melakukan hoax yang membuat masyarakat resah,”tandasnya.@ (ji/red)