Lambat Proses Kasasi Kasus KM 50, MA Bakal Kroscek

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

SURABAYAPOSTNEWS (Surabaya) — Kasus Unlawfull killing KM 50 yang menewaskan 6 orang anggota laskar FPI kembali menyeruak, terbaru Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani perkara ini mengklaim bahwa berkas kasasinya baru diproses oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan setelah ramai kasus Pembunuhan Brigadir Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

Kepala Biro Hukum Mahkamah Agung (MA) Subandi sewaktu dikonformasi akan halnya ini tidak menjelaskan secara detail alasan PN Jakarta Selatan baru mengirimkan Memori Kasasi JPU dalam kasus Unlawfull killing ini.

“Nanti kita cek ya,”singkat Subandi kepada SurabayaPostNews, Senin siang (29 Agustus 2022) pukul 14:30.

JPU Zet Todung All sebagai pihak yang melakukan upaya hukum kasasi sebelumnya menyoal lambatnya proses kasasi yang diajukan pihaknya.

Pengajuan Kasasi kasus Unlawfull killing itu menurutnya diajukan pada 22 Maret 2022. Dan pada 5 April 2022, pihak JPU mengajukan memori kasasi.

“Jadi, kita (JPU) pertanyakan juga kenapa itu lama sekali. Dan kenapa setelah ada kasus Sambo ini, PN (Jaksel) baru memberikan (berkas kasasi) ke MA,” ujar Todung, mengutip Republika.

Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya menyatakan kesiapannya membuka kembali proses penyidikan kasus pembunuhan enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di KM 50 Tol Jakarta Cikampek. Pengusutan itu akan dilakukan jika muncul novum atau fakta baru yang diajukan dalam kasus itu.**

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.