Puan Maharani Klaim DPR “Pintu Terbuka”, Publik Malah Temukan Gerbang DPR Dipagari Beton Oli

Jakarta, – Ketum DPR RI, Puan Maharani, hari ini menegaskan bahwa DPR adalah “rumah aspirasi rakyat” dan berkomitmen untuk menampung kritik serta masukan dari masyarakat. Namun, realitas di lokasi demonstrasi justru memperlihatkan hal sebaliknya, gerbang DPR-MPR RI ditutup rapat dengan pagar beton yang dilumuri oli, mengecoh janji keterbukaan tersebut.

Di sela penerimaan tanda kehormatan Bintang RI Utama di Istana Presiden, Puan menegaskan DPR siap menerima aspirasi rakyat. 

“Kami akan tetap menampung semua aspirasi… semua aspirasi itu akan kita sama-sama bicarakan untuk… kita perbaiki.” kata puan, dinukil Rmol.id 

Dia juga mengimbau agar proses penyampaian aspirasi dilakukan dengan penuh rasa saling menghormati.

Pintu yang ditabalkan “terbuka lebar” oleh Puan tidak mencerminkan kondisi. Gerbang DPR sejak Minggu telah dipasangi barikade beton tinggi, bahkan dilumuri oli gemuk yang menghalau siapa pun mencoba mendekat.

“Sepanik itukah penghuni di dalam? Kalau memang jujur, gak akan segitunya.” kata warganet

“‘Silakan datang, pintu DPR terbuka lebar’ KATANYA! But what this is?” komentar lain netizen yang diunggah Suara.com

Suasana di depan Gedung DPR makin memanas. Massa, yang membawa tema “Revolusi Rakyat Indonesia” dan menyoroti empat isu besar (termasuk kenaikan tunjangan DPR dan RUU Perampasan Aset), bersorak memaksa pintu dibuka.

Teriakan “Buka! Buka pintunya sekarang juga!” terdengar nyaring, bahkan bendera One Piece mulai berkibar sebagai simbol protes.

Dalam siaran langsung TikTok, orator secara terang menyinggung pernyataan Puan:

“Kata Puan Maharani gedung DPR terbuka untuk pendemo. Tapi yang kita lihat, pintunya tertutup rapat,” katanya.

Sebanyak 1.250 personel gabungan TNI–Polri–Pemprov DKI disiagakan sejak pagi untuk menjaga kompleks gedung parlemen, sementara barikade beton tinggi terlihat menutup seluruh akses.@ *