Sidoarjo -(SurabayaPost) – Para sesepuh pemasyarakatan melaksanakan penguatan kepemimpinan dan sosialisasi buku sesepuh berbagi kepada seluruh jajaran Kepala Unit Pelaksanaan Teknis (Ka UPT) Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur sebagai bentuk penguatan kepemimpinan yang berisi pengalaman selama mengabdi di Kementerian Hukum dan HAM, Senin (20/06/2022).
Kegiatan yang berlangsung di Aula MD Arifin, Lapas Kelas I Surabaya (Latubaya) tersebut menghadirkan 4 sesepuh pemasyarakatan yaitu Adi Suyatno, R. Mardjaman, Muqowimul Aman, dan Murdiyanto, dengan di dampingi KadivPas Kanwil Kemenkumham Jatim, Teguh Wibowo.
Buku sesepuh berbagi setebal 387 halaman tersebut berisi tentang pesan, keteladanan, semangat kerja, dan makna di dalamnya sebelumnya di luncurkan oleh Menkumham Yasonna H Laoly pada 26 April 2022 dan ditulis oleh 23 orang sesepuh pemasyarakatan dengan beragam latar belakang yang dimilikinya.
“Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, seluruh Ka UPT Pemasyarakatan dalam menunaikan tugas dan fungsi dapat mengemban amanah ini sesuai dengan koridor aturan dan Standar Operasional Prosedur yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (3 prinsip Pemasyarakatan maju plus back to basic)” ujar sambutan Kakanwil Kemenkumham Jatim yang disampaikan KadivPas”
Dia juga berharap memohon kepada para sesepuh Pemasyarakatan selain memberikan penguatan juga dapat memberikan saran, masukan, petunjuk bahkan pendampingan bagi semua yang hadir.
Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan buku sesepuh kepada KadivPas, penyerahan plakat dari kakanwil kepada sesepuh, penayangan video launching, dan penguatan kepemimpinan serta sosialisasi buku Sesepuh Berbagi
Diawali dengan pemaparan oleh R. Mardjaman yang bercerita tentang sejarah pembuatan Buku Sesepuh Berbagi dan inti dari bagian kesatu, kedua. kemudian dilanjutkan pemaparan oleh Adi Suyatno terkait Bedah Buku dan Sosialisasi Sesepuh Berbagi.
“Orang yang dituangkan atau dijadikan pemimpin karena sarat akan pengalaman dalam kehidupan serta satu organisasi” ujarnya.
Muqowimul Aman salah satu dari keempat sesepuh pemasyarakatan turut menjelaskan terkait cover buku yang di gambarkan dengan 2 lilin. (okik)