Empat Bulan Misteri Kematian Nisarofatin Belum Terungkap

Lumajang – Empat bulan sejak ditemukannya jasad Nisarofatin (22), seorang petani asal Dusun Tetelan, Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, yang ditengarai sebagai korban pembunuhan masih belum dapat diungkap kepolisian. 

Korban ditemukan meninggal dunia pada 3 April 2026 di sebuah gudang dengan sejumlah kondisi yang dianggap tidak lazim.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, tubuh korban ditemukan bersama beberapa benda di lokasi, di antaranya selendang bayi yang terikat pada usuk gudang namun telah terputus, lilitan ban luar kendaraan, serta kabel merah yang melingkar di tubuh korban.

Pihak keluarga pada awal kejadian menyebut terdapat busa pada mulut dan hidung korban sehingga sempat memunculkan dugaan adanya keracunan.

Akan tetapi, dugaan keracunan akhirnya dipatahkan oleh hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) toksikologi.

Kasubsi PIDM Sihumas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menjelaskan bahwa pemeriksaan laboratorium tidak menemukan kandungan zat berbahaya seperti sianida, pestisida, maupun alkohol dalam tubuh korban.

Sebaliknya, hasil autopsi dokter forensik menyatakan penyebab kematian adalah kekerasan tumpul pada bagian depan kepala yang menyebabkan gegar otak berat hingga berujung pada kematian.

Mengapa Belum Ada Tersangka?

Meski penyebab kematian telah diketahui, polisi mengakui proses pembuktian pidana masih menghadapi kendala.

Sewaktu jasad ditemukan, lokasi kejadian telah didatangi banyak warga yang berusaha memberikan pertolongan. Kondisi tersebut menyebabkan tempat kejadian perkara (TKP) terkontaminasi, sehingga sejumlah jejak forensik yang berpotensi menjadi alat bukti tidak lagi utuh. (Suarajatim.id)

Selain itu, penyidik menyatakan belum memiliki minimal dua alat bukti yang sah sebagaimana dipersyaratkan dalam hukum acara pidana untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka. (Suarajatim.id)

Polres Lumajang mengklaim penyelidikan dilakukan menggunakan pendekatan Scientific Crime Investigation (SCI), sebuah metode penyidikan yang mengutamakan pembuktian ilmiah melalui pemeriksaan forensik, laboratorium, analisis TKP, serta keterangan ahli.

Pendekatan tersebut dipilih agar setiap kesimpulan yang diambil memiliki dasar ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan di pengadilan.

Pihak keluarga berharap penyidikan dapat segera menemukan titik terang dan tidak bertele-tele. Mereka menilai berbagai kejanggalan yang ditemukan di lokasi perlu dijelaskan secara menyeluruh agar penyebab kematian Nisarofatin benar-benar terungkap.

Kasus yang telah berjalan selama empat bulan ini juga mulai mendapat sorotan karena hingga kini belum menunjukkan perkembangan berupa penetapan tersangka. @ alf