Rumah Pimpinan KPK Firli Bahuri Di Geledah

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Jakarta (SurabayaPostNews) — Polisi telah melakukan penggeledahan di dua lokasi terkait dugaan pemerasan yang melibatkan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Salah satu penggeledahan berlangsung di sebuah rumah di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

Proses penggeledahan di rumah tersebut berlangsung selama sekitar tiga jam, dimulai sejak pukul 12.00 WIB. Setelah selesai, polisi membawa sejumlah barang bukti, termasuk koper, printer, dan goodie bag merah yang diduga berisi berkas-berkas penting.

Ternyata, penggeledahan di rumah tersebut turut diawasi oleh penyidik dari KPK, sesuai dengan konfirmasi dari Kabag Humas KPK, Ali Fikri.

“Ini informasi yang kami peroleh karena diminta penyidik untuk hadir,” ujar Ali Fikri, Kamis (26/10/2023).

Namun, Ali tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai identitas penyidik KPK yang turut hadir selama penggeledahan di rumah yang diduga milik atasannya, Ketua KPK Firli Bahuri.

Sumber-sumber menyebutkan bahwa rumah yang terletak di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, merupakan tempat yang sering digunakan sebagai “safe house” oleh Ketua KPK Firli Bahuri dan sering dijadikan lokasi pertemuan.

Tidak hanya itu, dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Ketua KPK Firli Bahuri yang tercatat pada tanggal 20 Februari 2023, rumah tersebut tidak termasuk dalam delapan harta tanah dan bangunan yang dimiliki oleh Firli Bahuri.

Ali Fikri enggan mengomentari kepemilikan rumah tersebut dan menyatakan, “Adapun selebihnya silakan ditanyakan kepada pihak polri.”

Selain penggeledahan di Jalan Kertanegara, polisi juga melakukan penggeledahan di rumah Purnawarman Jenderal bintang tiga yang terletak di Perumahan Villa Galaxy, Cluster A1-A2, RT02/RW19, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Penggeledahan ini dilakukan setelah polisi memeriksa Ketua KPK Firli Bahuri pada hari Selasa, 24 Oktober 2023. Lebih dari 52 orang telah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan pimpinan KPK terhadap Syahrul Yasin Limpo, termasuk pegawai KPK, pegawai Kementerian Pertanian, dan saksi lainnya di luar kedua instansi tersebut.

Mereka dijadikan saksi terkait kasus pemerasan yang diduga melanggar beberapa pasal, termasuk Pasal 12e, Pasal 12B, dan Pasal 11 dalam UU 31/1999, yang telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tindakan pemerasan tersebut kini sedang dalam penyelidikan oleh pihak berwajib.

Ali Fikri menanggapi penggeledahan yang dilakukan oleh Penyidik Subdit V Tipidkor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dan menyatakan bahwa KPK menghormati proses penyidikan yang berlangsung. Ali menekankan bahwa penggeledahan tersebut merupakan bagian dari proses hukum dan dijalankan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku.

Source Liputan 6

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.